Fadli Zon Canangkan Revitalisasi Tugu Koperasi Tasikmalaya, Jejak Sejarah Koperasi Indonesia Siap Hidup Kembali
TASIKMALAYA,BalleBale.com – Semangat Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali salah satu situs bersejarah gerakan koperasi Indonesia. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mencanangkan Revitalisasi Kawasan Tugu Koperasi di Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026), sebagai langkah strategis melestarikan warisan sejarah sekaligus memperkuat kembali semangat ekonomi kerakyatan.
Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, revitalisasi tersebut tidak hanya berorientasi pada penataan fisik kawasan, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang edukasi sejarah, pusat kebudayaan, sekaligus destinasi wisata yang mengangkat nilai gotong royong dan kemandirian ekonomi bangsa.
Kawasan Tugu Koperasi menyimpan jejak penting perjalanan bangsa. Di lokasi inilah dahulu berdiri Gedung Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya (PKKT), yang didirikan pada 1934 dan menjadi tempat berlangsungnya Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 12 Juli 1947. Tanggal bersejarah itu kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Nasional.
Meski bangunan bersejarah tersebut hancur akibat Agresi Militer Belanda II pada 1949 dan sejumlah dokumen penting turut musnah, nilai historis kawasan ini tetap hidup sebagai simbol lahirnya gerakan koperasi Indonesia.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa Tasikmalaya memiliki posisi istimewa dalam sejarah ekonomi rakyat Indonesia.
> “Konteks ini harus kita tempatkan di dalam sejarah yang sangat penting, terutama bagaimana mengubah Kawasan Tugu Koperasi ini menjadi tempat living heritage atau situs budaya yang hidup. Koperasi kini menjadi prioritas Presiden dan telah masuk dalam Asta Cita. Karena itu kami berharap dalam waktu dekat Kawasan Tugu Koperasi dapat diumumkan sebagai Cagar Budaya Nasional,” ujar Fadli Zon.
Menurutnya, penetapan kawasan tersebut sebagai cagar budaya akan memperkuat identitas sejarah koperasi sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda mengenai pentingnya ekonomi berbasis kebersamaan.
Revitalisasi kawasan ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui pengembangan wisata sejarah dan budaya, sekaligus menghidupkan kembali peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan yang relevan dengan tantangan masa kini.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, serta jajaran Kementerian Kebudayaan, termasuk Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana, Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Syukur Asih Suprojo, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat Retno Raswaty.
Melalui pencanangan revitalisasi ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya membangun sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar warisan sejarah bangsa tidak sekadar dikenang, tetapi menjadi sumber inspirasi dan penggerak pembangunan yang berkelanjutan.|Foto : Hari Budi Santoso