Harry De Fretes Rayakan Persahabatan lewat “I Love You, Bestie”, Gambang Kromong Tampil Lebih Segar
JAKARTA,BalleBale.com -|Di tengah derasnya arus musik populer yang terus berubah, Harry De Fretes memilih tetap berpijak pada akar budayanya. Musisi, pencipta lagu, sekaligus pegiat seni Betawi itu kembali menyapa penikmat musik melalui single terbaru berjudul “I Love You, Bestie”, sebuah karya yang memadukan pesan tentang ketulusan persahabatan dengan kekayaan musikal gambang kromong.
Single yang dirilis bersama Demajors pada 24 Juli 2026 ini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Dalam lagu tersebut, Harry berkolaborasi dengan penyanyi muda Ika Amoy, sosok yang juga aktif melestarikan kesenian gambang kromong di Tangerang Selatan. Perpaduan keduanya menghadirkan warna baru yang mempertemukan tradisi Betawi dengan semangat generasi masa kini.
Bagi Harry, lagu ini menjadi penanda kembalinya dirinya ke dapur rekaman setelah sekian lama lebih dikenal sebagai pencipta lagu. Namanya mulai mencuri perhatian sejak pertengahan 1990-an bersama grup Lenong Rumpi, sebelum kemudian melahirkan berbagai karya yang lekat dengan identitas musik Betawi.
Salah satu ciptaannya, “Jatuh Cinta”, bahkan kembali dikenal luas setelah direkam ulang oleh Marion Jola dan Teza Sumendra sebagai lagu tema film Keluarga Cemara 2. Pengalaman itu semakin menguatkan keyakinannya bahwa musik bernapas tradisi tetap memiliki ruang di tengah industri musik modern.
Melalui “I Love You, Bestie”, Harry mengangkat kisah tentang persahabatan sebagai bentuk cinta yang tulus. Di tengah fenomena hubungan yang kerap dibayangi kepentingan dan pencitraan, ia ingin mengingatkan bahwa kasih sayang tanpa pamrih masih hidup dalam ikatan seorang sahabat.
«”Lagu ini bercerita tentang rasa cinta kepada sahabat. Sekarang banyak cinta yang tidak murni, dibungkus kepalsuan dan berbagai modus. Saya ingin mengingatkan bahwa masih ada cinta yang tulus, salah satunya melalui persahabatan,” ujar Harry.»
Pesan tersebut dibalut dengan aransemen gambang kromong yang menjadi ciri khasnya. Bagi Harry, menghadirkan musik tradisional bukan sekadar pilihan artistik, tetapi juga wujud komitmen menjaga warisan budaya Betawi agar tetap hidup dan akrab bagi generasi muda.
Ditulis sejak awal 2025 dan direkam di Bens Studio, Pamulang, lagu ini menawarkan lirik yang ringan, jenaka, dan mudah diingat. Sentuhan instrumen khas Betawi menghadirkan suasana hangat sekaligus memberi warna berbeda di tengah dominasi musik populer saat ini.
Melalui kolaborasi bersama Demajors, Harry De Fretes berharap “I Love You, Bestie” dapat diterima oleh pendengar lintas generasi. Lebih dari sekadar lagu baru, karya ini diharapkan menjadi pintu bagi masyarakat untuk kembali mengenal kekayaan musik Betawi dalam kemasan yang segar, ringan, dan relevan dengan kehidupan.