Dari Panggung Hari Anak Nasional, Lahir Bintang-Bintang Baru Indonesia
JAKARTA,BalleBale.com – Tawa, semangat, dan keberanian anak-anak memenuhi panggung J Town, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (26/7/2026). Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, puluhan talenta muda dari berbagai penjuru Indonesia menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang Suara Anak Indonesia 2026, sebuah kompetisi menyanyi yang tidak sekadar mencari juara, tetapi juga menyiapkan generasi baru penyanyi anak Tanah Air.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, kompetisi yang digagas Wieta Musik Production berkembang menjadi magnet bagi anak-anak berbakat dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Jakarta, peserta datang dari Yogyakarta, Langkat, Palembang, Majalengka, Sumedang, Garut, hingga kota-kota lainnya. Antusiasme yang tinggi membuat panitia harus membatasi jumlah peserta menjadi 53 orang, meski pendaftar telah menembus lebih dari seratus.
Acara ini turut dihadiri penyanyi anak legendaris Puput Melati, perwakilan Kementerian Kebudayaan, serta Bekraf Jakarta Timur sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuhnya ekosistem musik anak Indonesia.
Owner Wieta Musik Production, Intan Juwita, mengatakan Suara Anak Indonesia lahir dari keresahan akan minimnya ruang bagi anak-anak untuk berkembang di dunia musik.
“Bagi kami, Hari Anak Nasional adalah momentum untuk melahirkan generasi baru penyanyi anak Indonesia. Kami tidak hanya mencari pemenang, tetapi membangun karakter, melatih keberanian, serta mendampingi mereka hingga memiliki karya sendiri. Para juara nantinya akan dibuatkan lagu, merilis single, dan dipersiapkan tampil dalam berbagai kegiatan Wieta Musik,” ujar Intan.
Menurutnya, kebangkitan lagu anak harus dimulai dari pembinaan yang berkesinambungan. Karena itu, Wieta Musik tidak ingin perjalanan peserta berhenti setelah kompetisi usai.
Kompetisi dibagi menjadi dua kelompok usia, yakni Kategori A (7–11 tahun) dan Kategori B (12–16 tahun). Menariknya, panitia menghadirkan sembilan kategori penghargaan, mulai dari Juara 1 hingga Most Prominent Talent.
Konsep tersebut, kata Intan, dibuat agar lebih banyak anak mendapatkan apresiasi sesuai karakter dan potensi yang dimiliki.
“Kami ingin setiap anak pulang membawa rasa percaya diri. Ada yang memiliki karakter vokal kuat, ada yang menonjol di atas panggung, dan ada pula yang potensinya sangat besar untuk berkembang. Semua itu layak mendapat penghargaan,” katanya.
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, Wieta Musik menggandeng dewan juri independen dari PAPPRI. Mereka adalah Music Director BAF Sjamsudin, penyanyi Istana Dhevonie Dhenov, serta juri AMI Awards Oxtav Sugges.
Identitas para juri bahkan baru diumumkan saat perlombaan berlangsung agar seluruh proses berlangsung transparan dan bebas dari kepentingan.
Festival Director T. Osga Ahudin menilai kompetisi seperti ini memiliki nilai pendidikan yang jauh lebih besar dibanding sekadar perlombaan menyanyi.
“Di atas panggung, anak-anak belajar mengelola rasa gugup, menerima hasil dengan sportif, membangun kepercayaan diri, sekaligus mengembangkan kemampuan artistik. Mental seperti inilah yang akan menjadi bekal apabila kelak mereka memilih berkarier sebagai musisi atau entertainer profesional,” ujarnya.
Ke depan, Wieta Musik telah menyiapkan program pembinaan lanjutan. Para pemenang akan memperoleh kesempatan merekam single, mengikuti pelatihan tari, hingga terlibat dalam drama musikal. Bahkan, pertunjukan teater musikal anak juga tengah dipersiapkan sebagai wadah baru bagi kreativitas mereka.
“Tahun depan kami ingin menghadirkan bintang tamu yang lebih besar. Sementara para juara tahun ini akan kami promosikan menjadi bintang tamu pada penyelenggaraan berikutnya. Kami ingin perjalanan mereka terus berlanjut,” kata Intan.
Harapan terbesar Wieta Musik sederhana namun bermakna: menghidupkan kembali lagu anak Indonesia sekaligus menghadirkan rumah bagi lahirnya penyanyi-penyanyi muda yang berkualitas.
Berikut Daftar Pemenang Suara Anak Indonesia 2026
Juara 1: Jesslyn Anastasia – SMPN 1 Depok (Kategori A)
Juara 2: Rey Maximilian – SMP 2 Sumedang (Kategori B)
Juara 3: Johana Yosefa Sitorus – SMA Tarsisius Vineta (Kategori B)
Favorite: Zaky Hutasuhut – SDN Serdang II (Kategori A)
Unique Voice: Tomi Efendi – HSPG Homeschooling (Kategori B)
Character Voice: Allysia Oktari Zahra – SDN Pondok Pinang 10 (Kategori A)
Best Male Voice: Adam Puso – Bekasi Timur (Kategori A)
Best Female Voice: Sharen Richie – SMP St. Anna (Kategori B)
Most Prominent Talent: Aubrea Araniyo Efranza (Kategori A).(**)