Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Lifestyle/Dari Jurang Putus Asa ke Puncak Juara: Simson Rumahpasal, Bek Angker Berhati Lembut yang Tak Pernah Menyerah
Lifestyle

Dari Jurang Putus Asa ke Puncak Juara: Simson Rumahpasal, Bek Angker Berhati Lembut yang Tak Pernah Menyerah

By Darmo Gandul
July 26, 2026

JAKARTA,BalleBale.com -|Di lapangan, Simson Rumahpasal dikenal sebagai bek kanan yang keras, tanpa kompromi. Kulitnya legam, sorot matanya tajam, dan permainannya membuat para penyerang lawan berpikir dua kali untuk melewati sisi kanan pertahanan. Namun di balik sosok yang tampak garang itu, tersimpan hati yang lembut bahkan pernah berkali-kali nyaris menyerah meninggalkan sepak bola.

Nama Simson menjadi bagian penting dalam sejarah Persija Jakarta ketika Macan Kemayoran menjuarai Kompetisi Perserikatan 1979 usai menundukkan PSMS Medan 1-0 melalui gol tunggal Andi Lala di Stadion Utama Senayan.

Laga bersejarah itu juga menyimpan kenangan tersendiri bagi mBah Coco,masih berstatus pelajar SMA, ia datang dari Semarang dengan kereta api, memenuhi ajakan Nobon Kayamudin, gelandang PSMS Medan, untuk menyaksikan final secara langsung. Ia bahkan sempat berada di Hotel Asri bersama para pemain PSMS sebelum ikut rombongan menuju stadion yang saat itu dipadati sekitar 120 ribu penonton.

Empat puluh tujuh tahun kemudian, kenangan itu kembali hidup.

Minggu (26/7/2026), di Lapangan Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, mBah Coco pemilik Radio Bola sekaligus inisiator Liga Jakarta U17 dan Liga Soeratin U15 Piala Gubernur 2026 bertemu kembali dengan Simson Rumahpasal saat menyaksikan lanjutan Liga Soeratin Jakarta U-15. Kompetisi usia muda yang digelarnya secara independen itu memang kerap menjadi tempat berkumpul para legenda sepak bola Indonesia yang masih menaruh cinta pada pembinaan pemain muda.

Di sela pertandingan, Simson membuka lembaran perjalanan hidupnya yang penuh tikungan.

Ia mengaku pernah mengalami tiga fase frustrasi yang hampir membuatnya mengubur mimpi sebagai pesepak bola.

Yang pertama terjadi ketika dicoret dari skuad sebuah tim yang dipersiapkan mengikuti turnamen IRAMA SUKA. Kekecewaan itu membuatnya membuang sepatu, seragam, dan seluruh perlengkapan sepak bola.

“Saya sudah memutuskan berhenti main bola dan ingin melanjutkan hidup sebagai guru olahraga,” kenangnya.

Takdir ternyata belum selesai menulis kisahnya.

Matheus Putiray, ayah dari Rocky Putiray, membujuk Simson kembali ke lapangan. Bahkan, ia mengajaknya membeli perlengkapan sepak bola baru agar semangatnya kembali tumbuh. Dari turnamen HUT Pattimura itulah pintu rezeki terbuka.

Simson terpilih memperkuat tim Pertamina pada PORPER 1974 di Cirebon. Namun, keberuntungan kembali mengujinya. Setelah diangkat menjadi karyawan Pertamina di Ujung Pandang, ia justru tak mendapat kesempatan bermain sepak bola.

Untuk kedua kalinya, Simson memilih meninggalkan zona nyaman.

Ia keluar dari Pertamina, bergabung sebagai pegawai Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, lalu memperkuat Beringin Putra. Di klub inilah mental baja Simson mulai terbentuk.

Melihat kemampuan Yusuf Malle memainkan bola dengan teknik “raga-raga”, Simson sadar dirinya kalah secara teknik. Ia pun memilih jalan yang berbeda: berlatih sendirian di bawah terik matahari, mengasah fisik dan kemampuan tanpa mengenal lelah.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil.

Meski Beringin Putra kalah telak 0-10 saat menghadapi tim nasional Indonesia dalam laga uji coba, posisi bek kanan yang ditempati Simson justru mendapat perhatian. Asisten pelatih tim nasional, Wiem Hendriecks, meminta pelatih Frans Jo menyiapkan Simson untuk bergabung dengan skuad Garuda.

Setelah sempat memperkuat PSM Ujung Pandang, Simson dipanggil ke PSSI Utama, bergabung dengan Warna Agung, lalu menjadi andalan Persija Jakarta sejak 1977.

Namun cobaan belum usai.

Menjelang final Perserikatan 1979, Simson bahkan sempat menyikut pelatih Marek Jonata karena kecewa terus menjadi pemain cadangan. Ia mengira kariernya di Persija berakhir saat itu juga.

Ternyata yang terjadi justru sebaliknya.

Direktur Teknik Persija, Bob Hippy, memastikan Simson tetap menjadi pilihan utama pada partai final menghadapi PSMS Medan. Kepercayaan itu dibayar lunas dengan penampilan solid yang mengantar Persija meraih gelar juara.

Dalam perjalanannya di tim nasional, Simson juga banyak menyerap pelajaran dari dua pelatih legendaris, Tony Pogacnik dan Wiel Coerver.

Salah satu pesan Tony Pogacnik yang paling membekas adalah pentingnya menjaga fisik dan bekerja lebih keras daripada orang lain.”Bila kamu minta uang, saya bisa memberi. Tapi kalau saya minta napasmu, siapa yang bisa menggantikannya?” begitu pesan sang pelatih yang selalu diingat Simson.

Bagi Simson, bakat hanyalah awal. Kerja keras, disiplin, dan ketahanan mental adalah pembeda yang sesungguhnya.

Kini, di usia yang hampir menginjak 76 tahun, Simson Rumahpasal masih setia hadir di pinggir lapangan, menyaksikan lahirnya generasi baru sepak bola Indonesia. Sosok yang dahulu ditakuti para penyerang itu kini lebih banyak berbagi pengalaman, mengingatkan bahwa seorang pemain besar bukan hanya dibentuk oleh kemenangan, tetapi juga oleh keberanian bangkit setelah berkali-kali jatuh.|Sumber Mbah CocoMeo

Tags:

PSFPancoranPSSIRadioBolaSimsonRumahpasal
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Halaman Gereja Jadi Pusat Asadha Mahapuja, Harmoni Lintas Iman Terjaga di Mendut

Next

Dari Panggung Hari Anak Nasional, Lahir Bintang-Bintang Baru Indonesia

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Isa Gusi, Pelawak Sederhana dari Jombang yang Menebar Tawa Hingga Akhir Hayat Telah Berpulang
  • 8.000 Pelari Akan Ramaikan Merdeka Run, Pemerintah Prioritaskan Masyarakat Umum
  • Merah Putih Hiasi Pasporia Imigrasi Soetta, Layani 81 Pemohon
  • Vicky Prasetyo Terjerat Dua Laporan Polisi di Polda Metro: Satu Kasus Naik Penyidikan, Dugaan TPPU Rp500 Miliar Mengemuka
  • Aplikasi APOA Jadi Senjata Baru Awasi WNA di Tangerang

Archives

  • August 2026 (15)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network