Pelayanan Prima Imigrasi Jakbar Capai 100 Pemohon Pasporia Hanya 2 Jam Kurang
Jakarta, Ballebale.com – Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (19/7/2026), tidak hanya dipenuhi warga yang berolahraga. Sejak pagi, ratusan masyarakat juga memadati lokasi Pasporia, layanan paspor akhir pekan yang dihadirkan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat 100 kuota pelayanan yang terdiri atas 90 pemohon melalui aplikasi M-Paspor dan 10 kuota walk-in prioritas bagi lanjut usia serta anak-anak habis dalam waktu kurang dari dua jam sejak layanan dibuka.
Fenomena tersebut memperlihatkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik yang fleksibel, khususnya bagi pekerja yang sulit mengurus dokumen perjalanan pada hari kerja.
Sejumlah pemohon mengaku terbantu karena dapat mengurus paspor tanpa harus mengambil cuti atau meninggalkan aktivitas pekerjaan.
“Pelayanannya cepat, prosesnya mudah karena sebagian besar sudah dilakukan secara digital. Hari Minggu jadi lebih produktif karena setelah berolahraga kami bisa langsung mengurus paspor tanpa harus mengganggu jadwal kerja,” ujar salah seorang pemohon.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta Pamuji Raharja mengatakan, penyelenggaraan Pasporia merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik yang menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Kami ingin memastikan layanan keimigrasian hadir semakin dekat dengan masyarakat. Melalui Pasporia, masyarakat memperoleh pilihan waktu yang lebih fleksibel untuk mengurus paspor dengan proses yang cepat, nyaman, dan tetap mengedepankan kualitas pelayanan,” jelas Pamuji kepada Jurnalis Mitra Imigrasi dan Pemasyarakatan (JMIP).
“Antusiasme masyarakat hari ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang adaptif,” lanjutnya.
Menurut dia, inovasi pelayanan berbasis jemput bola akan terus dikembangkan agar akses masyarakat terhadap layanan keimigrasian semakin mudah dan merata.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat Rakha Sukma Purnama mengatakan tingginya jumlah pemohon menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan keimigrasian.
“Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus kami jaga. Seluruh jajaran berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, ramah, transparan, dan berintegritas,” Rakha menuturkan.
“Kami akan terus melakukan evaluasi serta menghadirkan inovasi agar pelayanan semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Rakha lagi.
Selain melayani permohonan paspor baru maupun penggantian paspor, petugas juga memberikan konsultasi mengenai layanan keimigrasian serta pendampingan penggunaan aplikasi M-Paspor agar masyarakat memperoleh kemudahan sejak proses pendaftaran hingga penyelesaian dokumen.
Pelayanan yang berlangsung mulai pukul 06.00 WIB tersebut menjadi bagian dari strategi Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif melalui pemanfaatan ruang publik.
Konsep tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan layanan pemerintahan yang mudah diakses, cepat, dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keberhasilan Pasporia di kawasan CFD Wisma KEIAI menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik berbasis digital dan pendekatan jemput bola semakin diterima masyarakat.
Direktorat Jenderal Imigrasi berharap berbagai terobosan pelayanan serupa dapat terus memperkuat kualitas pelayanan keimigrasian sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah. (ELN)