Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Entertainment/Museum Perfilman Indonesia Mulai Dimatangkan, Kemenbud Perkuat Pelestarian Arsip Sinema Nasional
Entertainment

Museum Perfilman Indonesia Mulai Dimatangkan, Kemenbud Perkuat Pelestarian Arsip Sinema Nasional

By Darmo Gandul
July 13, 2026

JAKARTA,BalleBale.com – Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan mulai mematangkan langkah menuju terbentuknya Museum Perfilman Indonesia. Gagasan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pusat Pelestarian Film Indonesia: Menuju Museum Perfilman” yang digelar di Jakarta sebagai upaya memperkuat konservasi, pelestarian, dan pemanfaatan arsip film nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, preservasi film merupakan bagian penting dalam menjaga ekosistem ekosistem sinema Indonesia. Menurutnya, museum perfilman bukan sekadar tempat menyimpan koleksi, melainkan ruang hidup yang mampu menghubungkan sejarah, pendidikan, dan kreativitas masyarakat.

“Kita tahu bahwa museum bukan sekadar tempat penyimpanan, tetapi juga pusat edukasi, literasi, dan ruang yang hidup. Museum film, museum musik, maupun museum fotografi memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas sekaligus penjaga sejarah,” ujar Fadli Zon.

Ia berharap museum perfilman dapat berkembang menjadi living archive atau arsip kehidupan yang tidak hanya menyimpan karya, tetapi juga menjadi pusat apresiasi visual, literasi, penelitian, katalog, hingga referensi sejarah perfilman Indonesia.

Konsep tersebut juga menjadi implementasi semangat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman dengan memperluas akses publik terhadap arsip film sebagai warisan budaya bangsa.

Dalam diskusi, para peserta menyoroti masih kuatnya paradigma yang memandang arsip film sebagai objek mati. Padahal, arsip film yang dinilai harus terus dihidupkan agar tetap relevan, mudah diakses, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Kebudayaan mengusung konsep GLAM (Galeri, Perpustakaan, Arsip, Museum). Melalui pendekatan ini, galeri berfungsi sebagai ruang apresiasi dan kuratorial, perpustakaan menjadi pusat literasi dan penelitian, arsip menjadi pusat preservasi, restorasi, serta digitalisasi, sementara museum menjadi ruang interaksi publik yang menghadirkan pengalaman sejarah secara lebih hidup.

Sejarawan sinema Umi Lestari pentingnya melibatkan komunitas film dari berbagai daerah agar perfilman museum benar-benar mewakili keberagaman Indonesia.

“Komunitas film dari Bali, Makassar hingga Papua ingin identitas daerah semakin kuat dalam representasi film. Oleh karena itu museum film harus bersifat inklusif dan mencerminkan keberagaman budaya Indonesia,” ujarnya.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pegiat perfilman, budayawan, sejarawan, kurator, hingga pengelola museum dan arsip, di antaranya Riri Riza, Julita Pratiwi, Lisabona Rahman, Rizka F. Akbar, Umi Lestari, dan Amalia Wirjono.

Turut mendampingi Menteri Kebudayaan, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra beserta jajaran staf ahli dan Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti.

Melalui forum ini, Kementerian Kebudayaan berharap lahirlah tata kelola arsip film yang lebih mandiri, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sebab, film yang ditonton bukan sekadar produk hiburan, melainkan dokumen pengetahuan sekaligus jejak sejarah bangsa yang harus dilestarikan agar tetap dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi mendatang.

Tags:

#KementerianKebudayaan #MuseumPerfilman #PerfilmanIndonesia #ArsipFilm #FadliZon #SinemaIndonesia
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Polisi Satwa Curi Perhatian di CFD Depok, Turangga dan K9 Jadi Sahabat Baru Warga

Next

Jakarta dan Kemenpora Bersinergi, Wirasena Youth Camp 2026 Jadi Tonggak Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Lewat Kurikulum Cinta, Kemenag Dukung Gernas RANA Wujudkan Generasi Emas
  • IPW Laporkan Kembali Dugaan Pelanggaran Etik Kombes IAH ke Propam Polri
  • Tias The Orion “Si Madura All In”, Komposer Lagu ‘Maafkan Aku’ Hasilkan Puluhan Juta Stream di Spotify
  • Harry De Fretes Rayakan Persahabatan lewat “I Love You, Bestie”, Gambang Kromong Tampil Lebih Segar
  • Felicia Tangerang Juara The Icon Indonesia, Bawa Pulang Rp300 Juta dan Mobil

Archives

  • August 2026 (33)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network