Kopi Krabu Simbol Kemandirian dan Reintegrasi Sosial Warga Binaan Rutan Depok
Depok, Ballebale.com – Rutan Kelas I Depok memperkenalkan berbagai produk hasil karya warga binaan dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Margonda, Kota Depok, Minggu (12/7).
Produk yang ditampilkan antara lain Krabu Coffee serta berbagai kerajinan tangan yang menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian.
Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Depok Thowvik Nur Rohman mengatakan pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam proses pemasyarakatan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.
:Memberikan bekal hidup kepada warga binaan agar menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat merupakan tujuan utama pembinaan di Rutan Kelas I Depok. Krabu Coffee adalah salah satu wujud nyata dari proses tersebut,” kata Thowvik.
Ia menjelaskan, Krabu merupakan singkatan dari Kreasi Anak Bui, yakni merek kopi yang diproduksi langsung oleh warga binaan melalui pendampingan petugas.
Menurut dia, biji kopi diperoleh dari daerah Bogor dan Lampung, sedangkan seluruh proses produksi dilakukan di dalam rutan, mulai dari penyangraian, penggilingan, hingga pengemasan.
“Yang membanggakan, mesin roasting, grinder, dan sebagian peralatan produksi juga merupakan hasil rancangan serta pembuatan warga binaan di bawah bimbingan petugas. Ini menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga meningkatkan kemampuan teknis mereka,” ujarnya.
Saat ini Kopi Krabu tersedia dalam kemasan sachet 25 gram dengan campuran kopi dan gula, yang dipasarkan melalui koperasi di lingkungan Rutan Kelas I Depok dengan harga Rp1.500 per sachet.
Thowvik menilai kualitas Kopi Krabu mampu bersaing dengan produk sejenis yang beredar di pasaran.
“Harapan kami, masyarakat dapat melihat hasil karya warga binaan berdasarkan kualitasnya. Yang lebih penting lagi, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka telah memiliki keterampilan sebagai bekal untuk memulai kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Selain memperkenalkan produk, keikutsertaan Rutan Depok dalam CFD Margonda juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai program pembinaan yang dijalankan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas I Depok Agung Nurbani mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses promosi produk hasil pembinaan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses reintegrasi sosial warga binaan.
Menurutnya, melalui pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan didorong untuk mengembangkan keterampilan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mempersiapkan diri agar mampu kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.
Partisipasi Rutan Kelas I Depok dalam CFD Margonda diharapkan semakin memperkenalkan produk-produk karya warga binaan kepada masyarakat sekaligus memperkuat semangat pembinaan yang berorientasi pada kemandirian, produktivitas, dan reintegrasi sosial. (ELN)