Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Lifestyle/Diplomasi Hijau di Kebun Raya Bogor: Pelajar Jepang Belajar Konservasi Urban, Dhani Priatna: Alam Adalah Titipan, Bukan Warisan
Lifestyle

Diplomasi Hijau di Kebun Raya Bogor: Pelajar Jepang Belajar Konservasi Urban, Dhani Priatna: Alam Adalah Titipan, Bukan Warisan

By admin
August 3, 2026

 

BOGOR, Ballebale.com – Di tengah hingar-bingar kota yang terus berkembang, Kebun Raya Bogor kembali membuktikan perannya sebagai “paru-paru” sekaligus laboratorium alam bagi generasi muda lintas negara. Pada Sabtu (1/8/2026), sebanyak 25 pelajar dan mahasiswa dari Jepang terdiri dari siswa University of Tsukuba Senior High School (UTSS) at Sakado, Ehime University Senior High School, serta mahasiswa University of Tsukuba turut serta dalam kegiatan Belantara Biodiversity Class (BBC).

Kegiatan yang digagas oleh Belantara Foundation bekerja sama dengan Universitas Pakuan dan PT Mitra Natura Raya ini bukan sekadar wisata edukasi, melainkan sebuah upaya konkret menyambut Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 dengan tema “Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, menekankan bahwa konservasi biodiversitas di kawasan urban seperti Bogor tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menyoroti peran strategis Kebun Raya Bogor seluas 87 hektar tersebut bukan hanya sebagai koleksi tumbuhan, tetapi sebagai penyangga kehidupan ekologis kota.

“Keberadaan ruang terbuka hijau seperti Kebun Raya Bogor dapat berkontribusi dalam menjaga kualitas udara, mengatur iklim mikro, dan menjadi habitat bagi beragam fauna dan flora. Ini adalah laboratorium alam tempat pelajar menimba ilmu biologi secara langsung,” ujar Dolly, yang juga merupakan pengajar di Program Studi Manajemen Lingkungan Universitas Pakuan.

Para peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk menjelajahi jalur pengamatan sepanjang satu kilometer. Dibekali binokuler dan panduan identifikasi, mereka mendata berbagai spesies, mulai dari burung penyebar biji, kupu-kupu penyerbuk, hingga herpetofauna (reptil dan amfibi) yang berperan sebagai pengendali hama alami.

Dolly menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan oleh para peserta muda ini sangat krusial.

“Pembelajaran langsung di lapangan memberikan pengalaman berkesan karena peserta tidak hanya mengenal kekayaan biodiversitas, tetapi juga memahami pentingnya data satwa dan tumbuhan sebagai dasar upaya konservasi,” tambahnya.

Dalam sambutannya yang disampaikan dengan campuran bahasa Indonesia dan Jepang, Dolly menyampaikan pesan filosofis yang mendalam:

“Alam bukanlah warisan yang kita terima dari nenek moyang kita, melainkan titipan yang kita pinjam dari generasi yang akan datang.” ujarnya.

Ia berharap para pelajar Jepang ini dapat menjadi Global Biodiversity Ambassadors atau Duta Global Keanekaragaman Hayati yang membawa pulang kesadaran bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab lintas batas negara.

Yoshikazu Tatemoto, Kepala Guru Studi Internasional dari UTSS at Sakado, mengapresiasi pendekatan belajar sambil berbuat (learning by doing) yang diterapkan dalam BBC. Menurutnya, kegiatan ini memungkinkan siswa menghubungkan teori kelas dengan realita ekosistem tropis Indonesia.

“Kami berharap kerja sama pendidikan konservasi biodiversitas seperti ini terus berkembang dan dapat mempererat hubungan antara Indonesia dan Jepang dalam bidang pendidikan lingkungan hidup,” kata Tatemoto.

Salah satu peserta, Kobayashi Mia dari UTSS at Sakado, mengaku terkejut dengan kompleksitas peran setiap spesies dalam ekosistem. “Setiap spesies memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan. Pengalaman ini membuat saya semakin memahami urgensi melindungi alam,” ujarnya.

Sementara itu, Saniyatun Mar’atus Solihah, SPV Pengembangan Konservasi Kebun Raya Bogor, menegaskan bahwa kebun raya modern harus berfungsi ganda: sebagai destinasi ekowisata dan pusat riset.

“Hampir 12.000 spesimen tumbuhan di sini bukan hanya koleksi, tapi habitat satwa liar. Kami menyambut baik kegiatan ini agar generasi muda global tumbuh dengan komitmen pelestarian,” tandasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Kolaborasi antara akademisi, lembaga konservasi, dan generasi muda internasional ini menjadi bukti bahwa isu lingkungan mampu menyatukan berbagai pihak demi masa depan planet yang lebih berkelanjutan.

Tags:

Belantara FoundationUniversitias PakuanUniversity of Tsukuba
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Indonesia Patent Awards 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Apresiasi Komersialisasi Paten

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Diplomasi Hijau di Kebun Raya Bogor: Pelajar Jepang Belajar Konservasi Urban, Dhani Priatna: Alam Adalah Titipan, Bukan Warisan
  • Indonesia Patent Awards 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Apresiasi Komersialisasi Paten
  • Baby Udon, Ketika Cinta Fanny dan Hajime Berlanjut Setelah Kehilangan
  • Lapas Serang Perkuat Disiplin Petugas Usai Arahan Dirjenpas
  • Indonesia Kembali ke Panggung Asia, Taekwondo Internasional Bergema dari Senayan

Archives

  • August 2026 (24)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network