Teknologi, Siaran Langsung, dan Semangat Pembinaan Warnai Pekan Ketiga Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur.
JAKARTA,BalleBale.com -| Pekan ketiga Liga Jakarta U-17 2026 menghadirkan lebih dari sekadar persaingan sengit antartim. Kompetisi usia muda yang berlangsung di Lapangan Sintetis PSF Pancoran, Sabtu-Minggu (4-5 Juli), menampilkan wajah pelatihan sepak bola yang semakin berkembang melalui sentuhan teknologi, peningkatan kualitas penyelenggaraan, serta perhatian terhadap keselamatan para pemain.
Salah satu langkah baru hadir melalui Avatara yang untuk pertama kalinya menjadi mitra siaran langsung Liga Jakarta U-17 musim 2026. Dua pertandingan, yakni Diklat ISA melawan Batavia FC serta BTC menghadapi Bintang Ragunan, disajikan secara langsung melalui saluran YouTube dengan dukungan produksi yang lengkap, mulai dari penggunaan perangkat teknis hingga kehadiran komentator. Pengalaman ini melanjutkan kontribusi Avatara yang sebelumnya juga terlibat dalam penyiaran kompetisi musim 2025.
Di lapangan, Batavia FC menunjukkan keseriusannya dalam pelatihan dengan memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) pada seluruh pemain. Perangkat tersebut mencatat berbagai indikator performa, seperti jarak perjalanan, intensitas lari, jogging, hingga aktivitas berjalan selama pertandingan. Data yang dikumpulkan menjadi dasar evaluasi tim pelatih dalam menyusun program latihan sekaligus memadukan perkembangan kondisi fisik setiap pemain secara lebih terukur.
Tantangan lain datang dari cuaca. Terik matahari yang membuat Jakarta sepanjang akhir pekan membuat suhu di kawasan lapangan pada Minggu (5/7) mencapai sekitar 35 derajat Celcius. Demi menjaga keselamatan dan kebugaran pemain, perangkat pertandingan menerapkan water break selama dua menit agar para pemain dapat memulihkan cairan tubuh.
Kebijakan tersebut diberlakukan pada pertandingan PSF FA melawan Farama FC dan Nawasena melawan Bina Taruna. Sehari sebelumnya, jeda serupa juga diterapkan saat Putra Nusantara bertemu Toyo Haryono serta laga Diklat ISA kontra Batavia FC, mencerminkan komitmen penyelenggara dalam mengutamakan aspek kesehatan di tengah cuaca ekstrem.
Semangat pembinaan juga diwujudkan melalui dukungan berbagai pihak. Manajer Diklat ISA, Zuchli Imran Putra, menyerahkan bantuan 15 bola pertandingan kepada panitia pelaksana sebagai bentuk kontribusi terhadap kelancaran kompetisi. Dukungan tersebut menjadi simbol bahwa pelatihan sepak bola usia muda tidak hanya dibangun melalui persaingan di lapangan, tetapi juga melalui kolaborasi seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap masa depan sepak bola Jakarta.
Pekan ketiga pun menjadi gambaran bahwa Liga Jakarta U-17 terus bertumbuh. Inovasi penyiaran, pemanfaatan teknologi olahraga, perhatian terhadap keselamatan pemain, serta partisipasi para pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kompetisi yang semakin profesional sekaligus berfokus pada pelatihan.| Foto : Mohon.Amin Tjandra.