Warrent FC Tumbangi LA32 IISIP 6-2 di Laga Persahabatan
Jakarta, Ballebale.com – Warrent FC atau Wartawan Entertainment FC sukses mengamankan kemenangan telak 6-2 atas tim LA32 (Alumni IISIP) dalam laga persahabatan yang berlangsung di DNA Arena, Minggu (13/9) malam.
Meski berstatus pertandingan persahabatan, duel dua tim tersebut berlangsung sengit. Warrent FC yang diperkuat sejumlah wartawan senior dari dunia hiburan tampil agresif sejak menit awal.
Usia para pemain yang tak lagi muda ternyata bukan penghalang untuk berlari, bertarung memperebutkan bola, hingga membombardir pertahanan lawan.
Sejak babak pertama dimulai, Warrent FC langsung mengambil inisiatif serangan. Aliran bola dari lini belakang hingga sektor depan berjalan agresif. Penyerang Warrent FC bahkan mampu tiga kali mengoyak gawang LA32
Empat gol dari sepakan Rana (hattrick) dan Mail membuat Warrent FC menutup babak pertama dengan keunggulan 4-1.
Namun, LA32 tidak tinggal diam. Tim yang dihuni para alumni kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) itu mencoba keluar dari tekanan dengan membangun serangan secara lebih terorganisasi.
Penyerang andalan mereka beberapa kali ditempatkan di sekitar mulut gawang untuk mencari celah di pertahanan Warrent FC.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sebuah sontekan dari luar kotak penalti meluncur deras ke arah gawang Warrent FC. Sang penjaga gawang gagal mengantisipasi bola sehingga LA32 berhasil memperkecil ketertinggalan.
Memasuki babak kedua, Warrent FC melakukan sejumlah pergantian pemain sekaligus mencoba mengubah komposisi dan formasi permainan.
Di bawah manajemen Abie Mujib, Warrent FC kembali meningkatkan intensitas permainan. Serangan demi serangan dilancarkan hingga akhirnya dua gol tambahan dari tendangan Muller dan Lutfhi berhasil bersarang di gawang LA32. Skor pun bergerak menjadi 6-1.
Pertandingan semakin panas. Kedua tim mulai bermain lebih terbuka. Para pemain veteran tampak tak ingin mengendurkan tempo meski stamina mulai terkuras.
Di tengah duel yang semakin ketat, penjaga gawang Warrent FC harus bekerja ekstra keras. Berkali-kali sang kiper jatuh bangun mengamankan wilayah pertahanan dari gempuran pemain LA32.
Drama kembali terjadi ketika pemain belakang Warrent FC melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Wasit kemudian menunjuk titik putih.
Kesempatan tersebut tidak disia-siakan pemain veteran LA32. Tendangan penalti dilepaskan dengan keras dan meluncur ke arah gawang. Sang kiper Warrent FC sudah berusaha membaca arah bola, tetapi laju si kulit bundar terlalu deras untuk dihentikan.
Alumni IISIP pun memperkecil ketertinggalan menjadi 2-6. Gol tersebut sempat membangkitkan semangat para pemain Alumni IISIP. Namun, Warrent FC kembali merespons dengan serangan bertubi-tubi.
Para pemain Warrent FC terus menekan pertahanan lawan dan mencoba menambah keunggulan hingga menit-menit akhir pertandingan.
Namun, tambahan gol tidak lagi tercipta. Peluit panjang akhirnya berbunyi. Skor 6-2 untuk kemenangan Warrent FC bertahan hingga pertandingan berakhir.
Manajer Warrent FC Abie Mujib mengaku terkesan dengan penampilan para pemainnya. Ia bahkan tidak menyangka para pemain yang direkrutnya mampu tampil maksimal meski sebagian besar sudah melewati masa keemasan sebagai pesepak bola.
Menurut Mujib, hasil akhir bukan menjadi tujuan utama dari pertandingan tersebut.
“Pertandingan tadi sangat memukau. Saya tidak menyangka para pemain rekrutan saya bisa bermain maksimal meski usia mereka tak lagi menginjak usia emas,” ujar Mujib.
Mujib menegaskan, pertandingan tersebut sejak awal lebih diarahkan sebagai sarana mempererat hubungan antarkalangan wartawan sekaligus menjaga kebugaran melalui olahraga.
“Terpenting pertandingan malam ini untuk ajang silaturahim antarprofesi (wartawan). Hanya untuk seru-seruan dan dapat olahraganya,” kata Mujib yang kerap memberikan semangat kepada timnya.
Kemenangan 6-2 tersebut akhirnya menjadi penutup manis sebuah malam penuh tawa, keringat, dan adu strategi. Di atas DNA Arena, para pemain veteran membuktikan bahwa usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk berolahraga dan menjaga persahabatan tetap menyala.
Bagi Warrent FC dan LA32, laga itu bukan semata-mata tentang siapa yang paling banyak mencetak gol. Lebih dari itu, pertandingan menjadi ruang bertemu, berolahraga, sekaligus mempererat silaturahmi di tengah kesibukan masing-masing.
Warrent FC menang 6-2. Tetapi malam itu, persahabatan menjadi skor yang paling penting. (ELN).