Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Entertainment/ParaSuami Buka Babak Baru Lewat “JAMED”, Musik tentang “Jaman Edan”
Entertainment

ParaSuami Buka Babak Baru Lewat “JAMED”, Musik tentang “Jaman Edan”

By Darmo Gandul
August 11, 2026

JAKARTA,Ballebale.com — Industri musik Indonesia kembali kedatangan nama baru. ParaSuami, band yang diperkuat sejumlah mantan personel Funky Kopral, memperkenalkan identitas mereka melalui single perdana bertajuk “JAMED (Jaman Edan)”.

Meski menggunakan nama baru, ParaSuami bukanlah proyek yang dibangun dari nol. Para personelnya telah memiliki pengalaman panjang di industri musik Indonesia dan sebelumnya kerap menghasilkan karya serta bermain musik bersama.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal untuk membentuk ParaSuami sebagai wadah baru dalam berkarya.

“Alasan terbentuknya ParaSuami adalah agar para pecinta musik Indonesia bisa mendengarkan karya-karya yang sudah kami buat jauh sebelum project ini terbentuk,” kata mereka.

Menggambarkan “Jaman Edan”

Single “JAMED (Jaman Edan)” menjadi karya pembuka yang sekaligus memperlihatkan gagasan ParaSuami. Lagu tersebut lahir dari pengamatan para personel terhadap berbagai kondisi sosial yang terjadi di Indonesia.

“JAMED” merupakan kependekan dari “Jaman Edan”. Istilah tersebut mereka pilih untuk menggambarkan situasi yang dinilai relevan dengan kondisi saat ini.

Salah satu keresahan yang dituangkan dalam lagu adalah persoalan amanah para pejabat publik. ParaSuami menyoroti fenomena ketika janji yang disampaikan saat kampanye atau ketika seseorang mencalonkan diri sebagai wakil rakyat tidak selalu berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Makna dari lagu JAMED itu sendiri memang relate dengan kondisi saat ini, di mana banyak pejabat yang tidak amanah atau tidak sesuai dengan janji-janji saat mereka kampanye atau mencalonkan diri sebagai wakil rakyat,” ujar mereka.

Keresahan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam musik. Bagi ParaSuami, lagu bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan apa yang mereka lihat dan rasakan di lingkungan sekitar.

Bermusik Mengikuti Rasa

Dalam bermusik, ParaSuami tidak ingin terpaku pada satu formula. Mereka memilih memainkan musik yang disukai dengan menyesuaikan karakter dan tema setiap lagu.

“Secara musikalitas, kami memainkan apa yang kami suka dengan menyesuaikan tema dari isi lagunya,” kata ParaSuami.

Pendekatan itu sekaligus memberi ruang bagi para personel untuk mengeksplorasi berbagai warna musik dan membangun identitas mereka sebagai band baru.

“JAMED” sendiri merupakan hasil kolaborasi Wisnu Pamungkas dan Fajarudin atau Fajar Gimbot. Wisnu Pamungkas menggarap musik, sedangkan lirik ditulis Fajarudin.

Ide lagu berangkat dari pengamatan terhadap kondisi sosial di tengah masyarakat. Apa yang mereka lihat dan rasakan kemudian diolah menjadi karya yang menjadi pernyataan awal ParaSuami.

Chemistry Lama, Nama Baru

Bagi ParaSuami, membangun kekompakan sebagai band baru bukan persoalan besar. Sebab, para personelnya telah cukup lama bermain musik bersama.

“Untuk tantangannya hampir tidak ada, karena kami memang sudah sering main bareng sebelum membentuk brand baru yaitu ParaSuami,” ujar mereka.

Pengalaman tersebut membuat proses membangun chemistry berlangsung relatif mudah. Nama ParaSuami memang baru, tetapi hubungan musikal di antara para personelnya telah terbentuk jauh sebelumnya.

Beradaptasi dengan Industri Musik

ParaSuami juga menyadari industri musik telah mengalami perubahan besar dibandingkan era 1990-an. Teknologi digital membuat proses produksi hingga distribusi musik kini berlangsung dengan cara yang berbeda.

Salah satu perubahan yang paling dirasakan adalah proses rekaman. Jika pada era 1990-an teknologi analog masih menjadi bagian penting dalam produksi musik, kini proses tersebut dapat dilakukan dengan lebih mudah.

“Perkembangan musik saat ini memang jauh berbeda, mulai dari proses recording yang sekarang jauh lebih mudah dibanding era 90-an yang masih analog. Kami mencoba mengikuti apa yang terjadi di era saat ini agar tetap eksis dan terus beradaptasi,” kata mereka.

Bagi ParaSuami, mengikuti perubahan zaman menjadi bagian dari perjalanan untuk mempertahankan eksistensi tanpa kehilangan kebebasan dalam berkarya.

“JAMED” Jadi Langkah Awal

Kehadiran “JAMED (Jaman Edan)” menjadi langkah pertama ParaSuami untuk memperkenalkan identitas mereka kepada penikmat musik Indonesia.

Mereka ingin menjadikan musik sebagai medium untuk menyuarakan isi hati, merespons berbagai persoalan di sekitar, sekaligus mengekspresikan gagasan melalui karya.

“JAMED menjadi awal bagi ParaSuami untuk memberitahu kepada pecinta musik Indonesia bahwa kami akan terus menyuarakan isi hati kami dan mengekspresikannya dalam bentuk karya musik,” ujar mereka.

Perjalanan ParaSuami tidak berhenti pada single perdana. Mereka telah menyiapkan karya berikutnya dan berencana merilis sebuah mini album.

“Rencana ke depan bakal ada single berikutnya dan kami akan merilis mini album. Semoga semuanya lancar dan terlaksana tanpa hambatan,” kata mereka.

Dengan pengalaman panjang para personelnya, identitas baru yang lebih bebas, serta keberanian mengangkat keresahan sosial ke dalam musik, ParaSuami membuka babak baru perjalanan mereka lewat “JAMED (Jaman Edan)”.

Tags:

AMEDJamanEdanMusikIndonesiaMusikNasionalParaSuami
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Demi Menghidupkan Sosok Hajime, Ini 5 Dedikasi Denny Sumargo di Film Baby Udon

Next

Fadli Zon dan Iran Bahas Kolaborasi Budaya, dari Film, Sastra hingga UNESCO

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • POLRI-AFP PERKUAT KERJA SAMA HADAPI KEJAHATAN TRANSNASIONAL DALAM SOM KE-14 DI BALI
  • Papua Barat Jadi Ruang Pengabdian dan Pengembangan Kepemimpinan Wakapolda Polwan
  • Wika Salim dan Filosofi “Rumah Dulu, Pesta Susul”: Menolak Histeria Pernikahan Demi Fondasi Masa Depan
  • Polres Metro Bekasi Kota Tangkap Mobilisator Pelajar untuk Aksi Rusuh
  • “Wedding of the Year” untuk El Rumi dan Syifa Hadju: Sebuah Pengakuan atas Intimasi yang Terbuka di Layar Kaca

Archives

  • September 2026 (493)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network