Warga Tangsel Senang Pelayanan Imigrasi Tangerang. Ada yang Baru?
Jakarta, Ballebale.com – Program Pasporia yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang di kawasan Car Free Day (CFD) BSD, Tangerang Selatan, kembali menyita perhatian masyarakat.
Layanan paspor yang dibuka pada hari libur tersebut dipadati pemohon dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja, keluarga muda, hingga warga negara Indonesia (WNI) yang membutuhkan dokumen perjalanan untuk keperluan pendidikan, pekerjaan, maupun perjalanan ke luar negeri.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Kehadiran layanan jemput bola itu dinilai menjadi solusi bagi warga yang selama ini kesulitan mengurus paspor karena padatnya aktivitas pada hari kerja.
Pelaksanaan Pasporia juga mendapat perhatian Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Wali Kota Tangerang Selatan meninjau langsung booth pelayanan Imigrasi dan memberikan apresiasi terhadap inovasi pelayanan publik yang dinilai mampu mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Hasanin, mengatakan seluruh rangkaian pelayanan berlangsung tertib dan lancar.
“Alhamdulillah pelayanan berjalan dengan baik. Kehadiran Bapak Wali Kota Tangerang Selatan menjadi bentuk dukungan terhadap inovasi pelayanan publik yang kami hadirkan,” jelas Hasanin kepada Jurnalis Mitra Imigrasi dan Pemasyarakatan (JMIP) belum lama ini.
“Pasporia merupakan implementasi semangat Imigrasi untuk Rakyat, yaitu menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, cepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, layanan paspor di akhir pekan merupakan salah satu upaya Direktorat Jenderal Imigrasi menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak memiliki waktu mengurus dokumen perjalanan pada hari kerja.
“Kami ingin pelayanan keimigrasian semakin fleksibel tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Masyarakat tidak perlu lagi memilih antara bekerja atau mengurus paspor karena kini keduanya dapat berjalan beriringan,” katanya.
Salah seorang pemohon, Hongseok Kim, mengaku sengaja datang bersama putrinya yang akan kembali melanjutkan studi di Korea Selatan.
“Kami sudah menjadi WNI sejak 2013. Anak saya juga sudah menjadi WNI dan sedang belajar di Korea. Kami bersyukur menemukan layanan Pasporia ini karena prosesnya cepat dan kami berharap paspor selesai sebelum jadwal keberangkatannya,” ujar Kim.
Testimoni serupa disampaikan Rahadian, warga Pamulang, yang memanfaatkan layanan Pasporia bersama keluarganya.
“Pengalamannya sangat menyenangkan. Hari Minggu tetap bisa membuat paspor tanpa mengganggu pekerjaan. Pelayanannya cepat dan prosesnya sederhana,” katanya.
Pemohon lain, Melisa, mengaku puas dengan pelayanan yang diterimanya.
“Saya mengurus paspor untuk diri sendiri dan anak. Petugas melayani dengan ramah dan prosesnya sangat cepat. Ini benar-benar membantu masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Lire Lei juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan petugas Imigrasi.
“Saya senang sekali bisa membuat paspor di sini. Terima kasih kepada seluruh petugas,” katanya.
Selain melayani permohonan paspor baru maupun penggantian paspor, petugas Imigrasi juga membuka layanan konsultasi keimigrasian. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh informasi mengenai berbagai prosedur layanan keimigrasian secara langsung.
Program Pasporia menjadi bagian dari transformasi pelayanan Direktorat Jenderal Imigrasi yang mengedepankan kemudahan akses, kecepatan pelayanan, dan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Melalui inovasi tersebut, pelayanan publik diharapkan semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan keimigrasian. (ELN)