Diana Irawati :PRI Jakarta Selatan Siapkan Strategi Digital untuk Siapkan Pemilu Mendatangkan
Jakarta, Ballebale.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Jakarta Selatan mulai mematangkan strategi politik berbasis digital sebagai langkah menghadapi Pemilu mendatang. Digitalisasi data dan informasi dinilai menjadi kunci untuk menarik dukungan Generasi Z yang kini mendominasi ruang digital.
Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi DPC PRI Jakarta Selatan yang digelar di Rumah Rakyat, DPP PRI, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Pertemuan ini membahas pentingnya transformasi strategi politik dari pola kampanye konvensional menuju pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perilaku pemilih muda.
Dalam paparannya, Diana Irawati menegaskan bahwa Generasi Z merupakan kelompok digital native yang menghabiskan sebagian besar waktunya di internet. Karena itu, partai politik tidak lagi cukup mengandalkan baliho, spanduk, atau kampanye tatap muka semata, tetapi harus mampu membangun komunikasi yang efektif melalui platform digital.
“Digitalisasi bukan hanya soal memindahkan informasi ke internet, tetapi bagaimana data dan teknologi digunakan untuk memahami kebutuhan masyarakat, khususnya Generasi Z. Melalui aplikasi yang sedang dikembangkan DPC PRI Jakarta Selatan, kami ingin mengkaji peran media sosial dalam membentuk partisipasi politik anak muda sekaligus mendukung keberhasilan PRI meraih suara pada Pemilu mendatang,” ujar Diana Irawati.
Menurutnya, strategi berbasis data memungkinkan partai memetakan isu-isu yang sedang menjadi perhatian anak muda melalui analisis perilaku di media sosial. Informasi tersebut kemudian dapat diterjemahkan menjadi konten yang lebih relevan, kreatif, dan mudah dipahami, seperti video pendek, infografis, hingga diskusi interaktif di berbagai platform digital.
Sementara itu R. Yuniono Soehartjahjono,Ketua DPC PRI Jakarta Selatan, Neo, menambahkan bahwa partisipasi politik Generasi Z kini berlangsung sangat dinamis di ruang digital. Oleh sebab itu, pendekatan politik harus mampu mengikuti pola komunikasi generasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kajian yang dilakukan DPC PRI Jakarta Selatan melibatkan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan Generasi Z berusia 17–28 tahun yang berdomisili di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan. Penelitian tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi komunikasi politik yang lebih efektif dan sesuai dengan karakter pemilih muda.
“Generasi Z bukan hanya menjadi objek kampanye, tetapi juga mitra dialog dalam membangun politik yang lebih terbuka, transparan, dan partisipatif. Kehadiran teknologi digital harus dimanfaatkan untuk menciptakan ruang komunikasi dua arah antara partai dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui langkah digitalisasi ini, DPC PRI Jakarta Selatan berharap mampu membangun ekosistem politik yang lebih modern, berbasis data, dan responsif terhadap aspirasi generasi muda. Strategi tersebut diyakini akan menjadi salah satu modal penting bagi PRI dalam memperluas dukungan sekaligus meningkatkan partisipasi politik Generasi Z pada Pemilu mendatang.