Dari Balik Studio Rekaman, Ismail Wahab Berpulang, Semangat Solidaritas Musisi Kembali Menggema
JAKARTA,Ballebale.com -|Di tengah riuh kenangan industri musik Indonesia, kabar duka datang dari sosok yang selama puluhan tahun menghidupkan lagu-lagu populer dari balik perangkat drum. Musisi senior Ismail Wahab mengembuskan napas terakhirnya di RS Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (5/8) pukul 04.14 WIB dalam suasana tenang.
Nama Ismail Wahab mungkin tak sering menghiasi sampul album, namun sentuhan permainannya begitu akrab di telinga penikmat musik Indonesia era 1980-an hingga 1990-an. Ia dikenal sebagai drummer andalan di studio rekaman yang dipercaya banyak arranger ternama, seperti almarhum Billy J. Budiardjo, Deddy Dores, Eddy Syam, hingga Hengky Firmansyah. Di balik lahirnya banyak lagu populer pada masanya, Ismail menjadi salah satu musisi yang turut memberi warna tanpa banyak sorotan.
Kepergian Ismail meninggalkan duka mendalam bagi para sahabat dan rekan seprofesi. Salah satunya datang dari Sastra Harijanto, tokoh olahraga Jawa Timur sekaligus mantan Ketua DPD PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia) Jawa Timur.
Sastra bahkan terbang dari Surabaya pada Selasa (4/8) pagi hanya untuk membesuk sahabat lamanya di RS Persahabatan, sebelum kembali ke Surabaya keesokan harinya. Baginya, Ismail bukan sekadar rekan bermusik, melainkan sahabat seperjuangan sejak era kejayaan industri rekaman.
“Saya sangat sedih. Beliau adalah sahabat dekat saya sejak dulu. Kami sama-sama berjuang di dunia musik sejak era 1980-an. Melihat kondisinya di rumah sakit membuat hati saya sangat terpukul. Saya hanya bisa berharap saat itu beliau masih diberi kesempatan untuk pulih,” ujar Sastra.
Menurut Sastra, kepergian Ismail kembali mengingatkan bahwa tidak sedikit musisi dan pencipta lagu yang menghadapi masa tua dengan kondisi yang memprihatinkan. Karena itu, ia berkomitmen menggalang kepedulian melalui kegiatan amal yang akan digelar di Surabaya dalam waktu dekat.
Aksi sosial tersebut ditujukan untuk membantu para musisi senior dan pencipta lagu yang membutuhkan uluran tangan. Sastra berharap semakin banyak insan musik yang tergerak untuk memperkuat solidaritas terhadap para pelaku seni yang telah berjasa membangun sejarah musik Indonesia.
Kepergian Ismail Wahab bukan hanya meninggalkan ruang kosong di antara para sahabatnya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung, ada banyak musisi yang selama ini bekerja dalam senyap dan layak dikenang atas dedikasinya bagi perjalanan musik Tanah Air.