Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Jakarta News/Lautan Cahaya di Monas, Saat Selawat dan Doa Lintas Agama Menyatukan Indonesia
Jakarta News

Lautan Cahaya di Monas, Saat Selawat dan Doa Lintas Agama Menyatukan Indonesia

By Darmo Gandul
August 2, 2026

JAKARTA,BalleBale.com-|Angin malam yang berembus pelan di pelataran Monumen Nasional tak banyak membantu mengusir hawa gerah. Ratusan ribu orang berdiri dan duduk berhimpitan di atas hamparan rumput dan konblok. Namun, ketika lantunan selawat mulai menggema dari panggung utama, rasa sumuk perlahan menguap, berganti keteduhan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Sabtu malam, 1 Agustus 2026, Monas menjelma menjadi ruang kebersamaan. Bukan sekadar tempat berkumpulnya umat Islam dalam Zikir Bersama dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara bersama Kementerian Agama, melainkan juga ruang perjumpaan masyarakat lintas agama yang duduk berdampingan, memanjatkan doa bagi keselamatan, kedamaian, dan masa depan Indonesia.

Puncak suasana hadir ketika Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf melangkah ke atas panggung. Sambutan hangat langsung pecah dari lautan manusia. Begitu Shalawat Badar dikumandangkan, ribuan suara menyatu mengiringi syair pujian kepada Rasulullah SAW. Di sela-sela lantunan itu, kibaran Merah Putih terlihat tegak, seolah ikut menari bersama irama yang mengalun.

Malam semakin bergelora ketika pekik “Cinta NKRI Harga Mati” menggema dari atas panggung. Seruan itu dijawab serempak oleh ratusan ribu hadirin.

“NKRI Harga Mati!”

Sorak-sorai membelah langit Jakarta. Ia terdengar bukan sekadar slogan, melainkan ikrar bersama bahwa keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan bangsa.

Di tengah suasana yang khusyuk, Habib Syech mengajak seluruh jemaah mengangkat telepon genggam dan menyalakan lampu kilat.

“Yang memegang handphone, mari nyalakan flashlight. Bismillah, kita terangkan malam ini.”

Dalam hitungan detik, pelataran Monas berubah menjadi samudra cahaya. Ribuan, bahkan ratusan ribu titik terang bergoyang perlahan di udara malam, menyerupai kunang-kunang yang beterbangan di bawah megahnya Tugu Monas. Pemandangan itu menghadirkan keheningan yang justru terasa begitu hidup.

Saat lagu “Ahmad Ya Habibi” mengalun, cahaya-cahaya kecil itu bergerak mengikuti irama. Dari kejauhan, Monas tampak seolah diselimuti gugusan bintang yang turun ke bumi. Tak sedikit peserta yang larut dalam haru, sementara yang lain mengabadikan momen langka tersebut.

Lantunan selawat terus mengalir, dari syair yang membangkitkan semangat kebangsaan hingga “Kisah Sang Rasul” yang mengajak jamaah menelusuri kembali perjalanan Nabi Muhammad SAW. Suasana kemudian berubah lebih riang ketika “Ya Hanana” dikumandangkan, membuat ribuan hadirin ikut bersenandung dan berselawat bersama.

Malam itu, lautan cahaya di Monas bukan hanya menghadirkan panorama yang memikat mata. Titik-titik terang itu menjadi lambang harapan, persaudaraan, dan harmoni di tengah keberagaman Indonesia. Selawat, doa, dan semangat kebangsaan bertemu dalam satu ruang yang sama, mengingatkan bahwa persatuan tidak selalu lahir dari pidato-pidato besar, melainkan juga dari kebersamaan yang sederhana duduk berdampingan, mengangkat doa, dan menyalakan secercah cahaya untuk negeri.

Di bawah langit Jakarta, Monas pun menjadi saksi bahwa ketika doa dipanjatkan bersama dan cinta kepada Indonesia disuarakan tanpa sekat, cahaya yang menyala bukan hanya dari layar-layar ponsel, melainkan juga dari hati setiap anak bangsa.

Tags:

DoaKebangsaanHabibSyechKemenagRIMonas
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Blok M Menjelma Festival Kreatif, Sneakers Jadi Pintu Masuk Ekonomi Baru

Next

Aplikasi APOA Jadi Senjata Baru Awasi WNA di Tangerang

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Merah Putih Hiasi Pasporia Imigrasi Soetta, Layani 81 Pemohon
  • Vicky Prasetyo Terjerat Dua Laporan Polisi di Polda Metro: Satu Kasus Naik Penyidikan, Dugaan TPPU Rp500 Miliar Mengemuka
  • Aplikasi APOA Jadi Senjata Baru Awasi WNA di Tangerang
  • Lautan Cahaya di Monas, Saat Selawat dan Doa Lintas Agama Menyatukan Indonesia
  • Blok M Menjelma Festival Kreatif, Sneakers Jadi Pintu Masuk Ekonomi Baru

Archives

  • August 2026 (13)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network