“Every Time”, Jeritan Daisy Hera tentang Persahabatan Toxic dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri
JAKARTA,BalleBale.com – Tidak semua luka datang dari kisah cinta. Ada yang tumbuh diam-diam dari lingkaran pertemanan yang selama ini dianggap sebagai tempat paling aman.
Perasaan harus selalu mengalah, menahan pendapat, berpura-pura baik-baik saja, hingga takut ditinggalkan sering kali menjadi wajah lain dari toxic friendship. Tema inilah yang diangkat penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta, Daisy Hera, melalui single terbarunya bertajuk “Every Time”.
Lagu tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan musikal Daisy. Mengusung warna Alternative Rock dengan distorsi gitar yang kuat dan emosi yang meledak, “Every Time” hadir sebagai ruang bagi siapa pun yang pernah kehilangan jati diri demi mempertahankan sebuah pertemanan.
Lewat lirik yang lugas dan penuh kejujuran, Daisy mengajak pendengarnya merenungkan satu pertanyaan sederhana: kapan terakhir kali benar-benar menjadi diri sendiri di depan teman-teman?
Menurut Daisy, banyak orang rela memendam perasaan, mengikuti arus, bahkan menerima perlakuan yang melukai hanya karena takut ditinggalkan. Padahal, tanpa disadari, harga yang dibayar adalah identitas diri.
“Every Time” bukan sekadar lagu tentang perpisahan dengan sahabat. Lagu ini menjadi suara bagi mereka yang selama ini merasa diabaikan, disalahkan, atau terus berjuang sendirian demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan pertemanannya.
Topik toxic friendship memang bukan hal baru. Namun, berbeda dengan kisah hubungan asmara yang sering dibahas, persoalan melepaskan sahabat yang sudah tidak lagi sehat bagi kondisi mental masih jarang mendapat perhatian. Melalui karya ini, Daisy mencoba membuka ruang diskusi bahwa menjaga kesehatan mental juga berarti berani mengakhiri hubungan yang merugikan, meski itu datang dari orang-orang terdekat.
Daisy Hera sendiri memulai karier sebagai solois lewat single debut “Bayangmu” pada 2024. Dua tahun kemudian, ia memilih bereksplorasi lebih jauh dengan menjadikan Alternative Rock sebagai identitas musikalnya. Setelah merilis “Let Me Go”, kini “Every Time” memperkuat arah baru tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan menuju EP (album mini) perdananya yang dijadwalkan meluncur pada akhir 2026.
Dengan energi yang lebih berani, aransemen yang emosional, serta pesan yang dekat dengan realitas banyak anak muda, “Every Time” menjadi pengingat bahwa tidak ada hubungan yang layak dipertahankan jika harus dibayar dengan kehilangan diri sendiri.