Dari Panggung Seni ke Jiwa Anak Bangsa, Hari Anak Nasional 2026 Gaungkan Bela Negara Lewat Budaya
JAKARTA, Ballebal.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tak sekadar menjadi panggung hiburan bagi ribuan anak yang memadati Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026). Melalui kegiatan bertajuk “Garuda di Hati Anak Indonesia” yang dirangkai dengan Pencanangan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih dalam Bingkai Bela Negara, pemerintah menghadirkan pesan bahwa kecintaan kepada Indonesia dapat ditanamkan sejak dini melalui bahasa yang paling dekat dengan anak, yakni seni dan budaya.
Kegiatan yang didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama berbagai instansi itu menghadirkan beragam aktivitas edukatif, mulai dari pertunjukan tari yang melibatkan 30 sanggar tari DKI Jakarta, lomba menggambar dan melukis, Fashion Show Nusantara, hingga talkshow kebangsaan yang mengangkat pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi masa depan bangsa.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara. Anak-anak dan keluarga yang hadir larut menikmati setiap penampilan yang mengangkat keberagaman budaya Indonesia sebagai perekat persatuan.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian datang ketika penyanyi Iwenk MJC, yang dikenal sebagai Ikon Prestasi Pancasila dari BPIP, tampil membawakan lagu “Satu Cinta Indonesia”. Lagu bernuansa nasionalisme itu menghidupkan suasana dengan mengajak seluruh hadirin berdiri, bernyanyi, dan mengibarkan semangat cinta Tanah Air.
Bagi Iwenk, seni bukan sekadar ruang berekspresi, melainkan sarana untuk membangun kesadaran kebangsaan yang dapat diterima anak-anak dengan cara yang menyenangkan.
“Menanamkan rasa cinta kepada Indonesia tidak harus selalu melalui ceramah. Seni membuat anak-anak merasakan sendiri kebanggaan menjadi bagian dari bangsa ini. Ketika budaya dicintai, di situlah karakter kebangsaan mulai tumbuh,” ujar Iwenk.
Ia menilai bela negara memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar menjaga kedaulatan secara fisik. Menurutnya, menjaga budaya, melestarikan nilai-nilai persatuan, dan menginspirasi masyarakat melalui karya juga merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa.
“Bela negara adalah tentang bagaimana kita menjaga identitas bangsa. Saya memilih menyampaikan pesan itu lewat musik, karena nada mampu menyentuh hati dan meninggalkan jejak yang lebih lama dibandingkan sekadar kata-kata,” katanya.
Sepanjang kegiatan, anak-anak juga diajak mengenal kekayaan budaya Nusantara sekaligus memahami makna Bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan di tengah keberagaman. Pendekatan tersebut dinilai menjadi cara yang efektif untuk memperkenalkan nilai toleransi, gotong royong, dan cinta Tanah Air sejak usia dini.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter, memenuhi hak-hak anak, serta menghadirkan ruang tumbuh yang aman, kreatif, dan ramah anak. Melalui perpaduan seni, budaya, dan nilai kebangsaan, diharapkan lahir generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.