Warisan Syekh Yusuf Al Makassari Diabadikan Lewat Film Dokumenter, Kemenbud Undang Pelaku Industri Kreatif
JAKARTA,BalleBale.com-| Momentum peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al Makassari akan menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia. Untuk mendukung peringatan tokoh ulama sekaligus pejuang nasional yang jejak pemikirannya diakui hingga tingkat internasional itu, Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan membuka kompetisi pengadaan pembuatan film dokumenter.
Film dokumenter tersebut diharapkan mampu merekam sekaligus memperkenalkan perjalanan hidup, pemikiran, serta warisan budaya Syekh Yusuf Al Makassari kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda. Produksi film ini juga menjadi bagian dari strategi pelestarian sejarah melalui medium audiovisual yang lebih mudah diakses publik.
Kompetisi terbuka bagi badan usaha yang bergerak di bidang produksi maupun pascaproduksi film dan program televisi. Peserta diwajibkan memiliki izin usaha yang sesuai, Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan status valid, serta memenuhi persyaratan administrasi lainnya, termasuk menyampaikan profil perusahaan dan menandatangani pakta integritas.
Bagi peserta yang bermitra dengan pihak lain, kerja sama harus dibuktikan melalui perjanjian yang memuat pembagian tanggung jawab masing-masing. Seluruh proses seleksi akan dilakukan berdasarkan proposal terbaik yang dinilai oleh tim juri, sebelum ditetapkan sebagai pemenang melalui mekanisme negosiasi.
Penjelasan kompetisi dijadwalkan berlangsung secara daring melalui Zoom pada 27 Juli 2026. Informasi mengenai waktu pelaksanaan dan tautan pertemuan akan diberikan kepada peserta yang telah melakukan pendaftaran.
Melalui inisiatif ini, Kementerian Kebudayaan berharap lahir karya dokumenter yang tidak hanya memiliki kualitas sinematik, tetapi juga mampu mengangkat nilai-nilai perjuangan, keilmuan, dan kemanusiaan yang diwariskan Syekh Yusuf Al Makassari sebagai bagian penting dari khazanah sejarah dan kebudayaan.(**)