Komjen Pol Karyoto Masuk Bursa Calon Kapolri, Dinilai Berintegritas dan Humanis
Jakarta, Ballebale.com – Wacana pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kembali menjadi perhatian publik.
Di tengah munculnya sejumlah nama perwira tinggi yang dinilai memiliki kapasitas memimpin Korps Bhayangkara, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Karyoto mendapat dukungan dari Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, S.H.
Menurut Juhadi, sosok Karyoto memiliki kombinasi pengalaman, integritas, dan kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat yang dinilai relevan dengan tantangan Polri di masa mendatang.
“Komjen Pol Karyoto adalah pemimpin yang memiliki pengalaman lengkap, integritas, serta kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Dalam berbagai penugasan strategis yang pernah diembannya, beliau selalu membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, kelompok tani, hingga organisasi kemasyarakatan,” ujar Juhadi kepada wartawan, Kamis (23/7).
Ia menilai, tantangan yang dihadapi Polri saat ini tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menjaga stabilitas nasional di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga dinamika keamanan yang semakin kompleks.
Karena itu, menurut Juhadi, figur Kapolri ke depan perlu memiliki kemampuan membangun kolaborasi dengan pemerintah, tokoh agama, masyarakat sipil, serta berbagai kelompok strategis lainnya.
Pendekatan Humanis Dinilai Menjadi Kekuatan
Juhadi mengatakan, pendekatan humanis yang selama ini ditunjukkan Karyoto menjadi salah satu kekuatan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Selama menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Karyoto disebut aktif mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung program strategis nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan.
Menurut Juhadi, keamanan nasional tidak dapat dipisahkan dari aspek kesejahteraan masyarakat dan stabilitas sosial.
“Kapolri ke depan harus mampu menghadirkan Polri sebagai mitra masyarakat dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah. Saya melihat kemampuan itu ada pada diri Komjen Pol Karyoto,” katanya.
Rekam Jejak Dinilai Lengkap
Selain gaya kepemimpinan, rekam jejak Karyoto juga menjadi alasan dukungan tersebut.
Perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 itu telah mengabdi lebih dari tiga dekade di institusi Polri. Ia pernah bertugas di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, menjabat sebagai Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kapolda Metro Jaya, hingga kini dipercaya memimpin Baharkam Polri.
Menurut Juhadi, pengalaman di bidang penegakan hukum, pemberantasan korupsi, pemeliharaan keamanan, dan manajemen organisasi menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan Polri, mulai dari kejahatan siber, peredaran narkotika, konflik sosial, hingga penguatan sistem keamanan nasional.
Dinilai Dekat dengan Kalangan Ulama
Juhadi juga menilai Karyoto memiliki hubungan yang baik dengan kalangan ulama dan pondok pesantren, khususnya di Jawa Barat.
“Komjen Pol Karyoto dikenal dekat dengan para ulama dan memiliki perhatian terhadap perkembangan pondok pesantren. Kedekatan itu menjadi modal penting dalam membangun komunikasi antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat memilih figur terbaik yang mampu membawa Polri semakin profesional, modern, adaptif terhadap tantangan zaman, serta terus meningkatkan kepercayaan publik.
Hingga kini, pemerintah belum menyampaikan informasi resmi mengenai pergantian Kapolri. Nama-nama yang beredar di ruang publik masih merupakan bagian dari dinamika dan aspirasi yang berkembang di masyarakat.
Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, pengangkatan Kapolri merupakan kewenangan Presiden dengan mekanisme yang diatur dalam proses konstitusional. (ELN)