Warisan Pattimura Menapak Masa Depan, Dari Museum hingga Film Perjuangan
JAKARTA,BalleBale.com— Sejarah tidak hanya hidup di dalam buku atau monumen. Ia memerlukan ruang untuk terus diceritakan, dipelajari, dan diwariskan. Kesadaran itulah yang kini mendorong keluarga ahli waris Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura untuk merancang langkah-langkah konkret demi menjaga jejak perjuangan Thomas Matulessy tetap menyala di tengah perjalanan bangsa.
Gagasan pembangunan Museum Pattimura, pembentukan Yayasan Pattimura, hingga produksi film tentang perjuangan tokoh besar asal Maluku itu mengemuka dalam pertemuan keluarga ahli waris bersama sejumlah insan pers di Kopi Darmin, Duren Tiga, Jakarta, Selasa (21/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi titik awal penguatan kolaborasi lintas elemen agar warisan kepahlawanan Pattimura tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan tumbuh menjadi gerakan kebudayaan yang berkelanjutan.
Ahli waris Kapitan Pattimura, Frans Matulessy, menegaskan bahwa ikhtiar tersebut bukan semata-mata untuk menjaga sejarah keluarga, melainkan menjaga ingatan kolektif bangsa.
“Yang kami perjuangkan bukan hanya kepentingan keluarga, melainkan warisan sejarah bangsa. Kami ingin generasi muda mengenal perjuangan Pattimura beserta nilai-nilai kepahlawanannya,” ujar Frans.
Menurut dia, semangat itu semakin menguat setelah bertemu Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, untuk menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya pelestarian jejak sejarah Kapitan Pattimura. Dukungan tersebut membuka harapan bagi terbangunnya sinergi antara pemerintah, akademisi, budayawan, komunitas sejarah, insan perfilman, dan media.
Di antara berbagai gagasan yang mengemuka, pembangunan Museum Pattimura menjadi prioritas utama. Museum itu diharapkan menjadi pusat dokumentasi, penelitian, sekaligus ruang edukasi yang menyimpan artefak serta narasi perjuangan Pattimura dan perlawanan rakyat Maluku terhadap kolonialisme. Rumah kediaman Thomas Matulessy di Negeri Haria, Kabupaten Maluku Tengah, juga diusulkan menjadi bagian dari kawasan pelestarian sejarah.
Upaya tersebut akan diperkuat melalui pembentukan Yayasan Pattimura yang nantinya menjadi wadah pengelolaan program pendidikan, pelestarian budaya, dokumentasi sejarah, hingga kegiatan sosial yang berlandaskan nilai-nilai perjuangan sang pahlawan. Yayasan itu dirancang melibatkan keluarga besar, sejarawan, akademisi, budayawan, tokoh masyarakat, serta generasi muda.
Di sisi lain, keluarga juga memandang film sebagai medium yang mampu menjangkau generasi masa kini. Melalui bahasa visual, kisah perjuangan Pattimura dinilai dapat disampaikan lebih dekat kepada publik tanpa kehilangan substansi sejarahnya.
Ketua Aliansi Jurnalis Video (AJV), Chandra, menilai media memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan sejarah dalam kemasan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Sejarah tidak boleh berhenti menjadi cerita masa lalu. Kita harus membuatnya tetap hidup melalui berbagai platform, termasuk video dan media digital,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia (SWI), Putra Gara. Menurutnya, Pattimura adalah milik seluruh rakyat Indonesia sehingga pelestarian nilai-nilai perjuangannya menjadi tanggung jawab bersama.
Presidium Jurnalis Club, Boy Iskandar, menambahkan bahwa museum nantinya dapat menjadi ruang belajar yang mempertemukan generasi muda dengan sejarah secara lebih nyata dan kontekstual.
Sementara itu, Egi Murad dari GEB Communication melihat kisah perjuangan Pattimura memiliki kekuatan dramatik yang layak diangkat ke layar lebar. Namun, ia mengingatkan bahwa proses kreatif harus ditopang riset sejarah yang kuat agar pesan perjuangan tetap otentik dan tidak kehilangan makna.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama sejumlah insan pers untuk mengawal agenda pelestarian sejarah Pattimura. Harapannya, melalui kolaborasi pemerintah, keluarga ahli waris, akademisi, budayawan, media, dan pelaku industri kreatif, warisan Kapitan Pattimura tidak hanya dikenang lewat nama jalan atau monumen, melainkan terus hidup dalam museum, pendidikan, karya budaya, dan film yang menginspirasi generasi Indonesia di masa mendatang.(**)