Rutan Depok – Kostrad Razia Ponsel dan Narkoba Pastikan Zero Halinar
Depok, Ballebale.com – Langkah serius menjaga keamanan lingkungan pemasyarakatan kembali ditunjukkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok. Bersama personel Batalyon Intai Tempur Kostrad, TNI, dan Polri, jajaran Rutan Depok menggelar inspeksi mendadak (sidak) kamar hunian warga binaan pada Selasa (21/7/2026) malam.
Sidak tersebut menjadi bagian dari penguatan program Zero Halinar atau bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkotika, sekaligus mempertegas komitmen terhadap program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Depok Agung Nurbani bersama jajaran pejabat manajerial dengan melibatkan seluruh petugas pengamanan dan personel Batalyon Intai Tempur Kostrad.
Sebelum memasuki blok hunian, seluruh petugas mengikuti penyuluhan P4GN yang disampaikan oleh Tim Medis Rutan Kelas I Depok, dr. Imma Syabreni.
Penyuluhan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman petugas mengenai bahaya narkotika sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Bogi Nurseto mengatakan keberhasilan mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih sangat bergantung pada komitmen seluruh petugas.
“Petugas adalah garda terdepan dalam mencegah masuknya handphone ilegal maupun narkotika. Karena itu kami terus memperkuat integritas, meningkatkan kewaspadaan, dan membangun sinergi agar program Zero Halinar dapat berjalan secara konsisten,” kata Bogi kepada Jurnalis Mitra Imigrasi dan Pemasyarakatan (JMIP).
Usai penyuluhan, tim gabungan bergerak menyisir setiap kamar hunian warga binaan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap kondisi kamar serta barang-barang milik warga binaan guna memastikan tidak terdapat benda-benda yang dilarang berada di dalam rutan.
Menurut Kepala Rutan Kelas I Depok Agung Nurbani, sidak rutin merupakan bagian dari strategi pencegahan untuk menjaga keamanan sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif.
“Kami ingin memastikan seluruh proses pembinaan berlangsung dalam situasi yang aman dan tertib. Karena itu, pengawasan dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mewujudkan Zero Halinar,” ujar Agung.
Ia menambahkan, kolaborasi bersama Batalyon Intai Tempur Kostrad, TNI, dan Polri memperkuat sistem pengamanan serta menjadi bukti bahwa pengelolaan pemasyarakatan membutuhkan sinergi lintas instansi.
Bagi Rutan Depok, sidak bukan sekadar kegiatan pemeriksaan rutin. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan akuntabel, sekaligus memastikan warga binaan menjalani proses pembinaan di lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh narkotika maupun kepemilikan handphone ilegal.
Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, Rutan Kelas I Depok berharap kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan terus meningkat seiring terwujudnya sistem pembinaan yang aman, transparan, dan berorientasi pada pembentukan warga binaan yang siap kembali menjadi bagian produktif di tengah masyarakat. (ELN)