Teguran Pedas Pesepeda di Jembatan Youtefa Viral, Ingatkan Tragedi Kematian Sepekan Lalu
JAYAPURA, Ballebale.com – Sebuah video teguran keras dari seorang pesepeda terhadap pasangan muda-mudi yang duduk di bibir luar Jembatan Youtefa (Jembatan Merah Holtekamp) di Jayapura, Papua, viral di media sosial. Aksi tersebut menuai pujian warganet sebagai bentuk kepedulian nyata mencegah tragedi, mengingat lokasi tersebut baru saja memakan korban jiwa sepekan sebelumnya.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @eliantiandi pada Minggu (19/7/2026), terlihat seorang pria dan wanita duduk santai di bagian luar pagar pembatas jembatan, tepat di atas aliran sungai. Sang pesepeda, yang merekam kejadian tersebut, tampak geram dan langsung menegur pasangan itu dengan nada tinggi.
“Mas sama Mbak, cari mati kah? Kenapa duduk di situ?” ucap pemilik akun dalam rekaman yang kini telah ditonton lebih dari satu juta kali.
Keterangan unggahan menyebutkan bahwa pasangan tersebut awalnya mengabaikan teguran sang pesepeda. Baru setelah teguran ketiga yang disampaikan dengan emosi dan ketegasan lebih, keduanya akhirnya menyadari bahaya dan meninggalkan lokasi berisiko tinggi tersebut.
“Teguran baik tidak diindahkan. Baru pada teguran ketiga, dengan sedikit emosi, mereka mau mendengar. Saya ingatkan, kalau kalian terpeleset dan jatuh, bukan hanya nyawa kalian yang hilang, tetapi juga akan menyusahkan banyak orang lain, termasuk tim SAR dan keluarga,” tulisnya dalam keterangan video.
Ketajaman teguran tersebut didasari oleh fakta memilukan yang baru saja terjadi. Pada 14 Juli 2026, atau hanya lima hari sebelum video ini dibuat, seorang warga Kali Acai, Jayapura, meninggal dunia setelah terpeleset dan jatuh dari jembatan yang sama. Insiden itu menjadi pengingat pahit betapa rentannya nyawa di area tanpa pengamanan ekstra tersebut.
Sang pesepeda menyayangkan minimnya literasi keselamatan dan logika dasar dari pasangan muda tersebut.
“Saya viralkan ini karena baru minggu lalu ada yang meninggal di bawah sana. Seakan-akan tidak ada tempat tongkrongan lain yang aman. Mereka sepertinya tidak pernah membaca berita dan tidak berpikir secara logis bahwa tempat itu tidak aman dan sudah banyak memakan korban,” tambahnya.
Video tersebut memicu diskusi luas di kalangan warganet. Banyak yang mengapresiasi sikap tegas sang pesepeda yang dinilai sebagai bentuk “kepedulian preventif” untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Akun @pur*******h misalnya, menyatakan kebingungan atas tindakan pasangan tersebut. “Maksudnya apa ya yang ada di pikiran dua orang itu sampai bisa duduk di luar pagar? Sangat tidak masuk akal,” tulisnya.
Sementara akun @eln*******i menghubungkan teguran tersebut dengan trauma kolektif masyarakat Jayapura pasca-temuan jenazah beberapa hari prior. “Baru beberapa hari lalu kami menyaksikan jenazah ditemukan Tim SAR Gabungan di bawah Jembatan Merah situ. Teguran seperti ini diperlukan sebelum ada korban lagi,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi refleksi penting tentang pentingnya edukasi keselamatan publik dan peran aktif masyarakat sipil dalam saling mengingatkan, terutama di area-area vital yang rawan kecelakaan.