Kandang Ayam Lapas Gunung Sindur Bantu Ketahanan Pangan di Jambi
Jakarta, Ballebale.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur kembali menunjukkan hasil pembinaan yang berorientasi pada produktivitas.
Sebanyak 85 set baterai kandang ayam hasil karya warga binaan dikirim ke dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Provinsi Jambi sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan.
Pengiriman tersebut terdiri atas 75 set untuk Lapas Narkotika Jambi dan 10 set lainnya untuk Lapas Perempuan Jambi. Seluruh produk diproduksi melalui Unit Fabrikasi Baterai Kandang Ayam Lapas Narkotika Gunung Sindur dengan kapasitas delapan ekor ayam pada setiap unit.
Kepercayaan yang diberikan oleh dua lapas di Jambi dinilai menjadi indikator bahwa hasil pembinaan warga binaan memiliki kualitas serta standar produksi yang mampu memenuhi kebutuhan antar-UPT Pemasyarakatan.
Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Narkotika Gunung Sindur Bagus Dwi Siswandono mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk menghasilkan keterampilan sekaligus produk yang memiliki manfaat nyata.
“Melalui unit fabrikasi baterai kandang ayam, kami terus mengembangkan pembinaan berbasis keterampilan. Produk yang dihasilkan warga binaan kini tidak hanya dimanfaatkan di lingkungan internal, tetapi juga dipercaya untuk mendukung program ketahanan pangan di lapas lain,” kata Bagus kepada Jurnalis Mitra Imigrasi dan Pemasyarakatan (JMIP), Jumat (17/7).
Menurut dia, proses pembinaan di Lapas Narkotika Gunung Sindur dirancang agar warga binaan memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin setiap warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat digunakan setelah selesai menjalani masa pidana. Ketika mereka kembali ke masyarakat, kemampuan tersebut diharapkan menjadi modal untuk hidup mandiri dan produktif,” ujarnya.
Siapkan Produk untuk Pasar Umum
Selain mmenuhi kebutuhan antar-UPT Pemasyarakatan, Lapas Narkotika Gunung Sindur juga tengah menyiapkan pengembangan baterai kandang ayam skala rumahan yang nantinya dapat dipasarkan kepada masyarakat.
Bagus menilai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat hasil pembinaan sekaligus membuka peluang agar produk karya warga binaan memiliki daya saing di pasar.
“Kami ingin hasil pembinaan benar-benar memberikan manfaat yang lebih luas. Pengembangan produk untuk masyarakat menjadi salah satu langkah agar karya warga binaan memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung sektor peternakan,” katanya.
Program fabrikasi baterai kandang ayam merupakan salah satu implementasi pembinaan kemandirian yang dikembangkan Lapas Narkotika Gunung Sindur dalam mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan.
Melalui pembinaan tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga dibiasakan bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.
Pengiriman puluhan baterai kandang ayam ke Jambi menjadi gambaran bahwa proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan mampu menghasilkan karya yang berdampak nyata, baik bagi institusi maupun masyarakat. (ELN)