Layanan Paspor dan Pencegahan TPPO Imigrasi Cilegon Jadi Sorotan
Cilegon, Ballebale.com – Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik kembali ditegaskan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten, Barron Ichsan, melakukan monitoring dan evaluasi ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon, Selasa (14/7/2026), guna memastikan seluruh layanan keimigrasian berjalan optimal, didukung fasilitas yang memadai, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Didampingi jajaran pejabat struktural Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten, Barron disambut Kepala Kantor Imigrasi Cilegon, Aditya Triputranto, bersama jajaran.
Peninjauan dilakukan secara menyeluruh mulai dari ruang pelayanan paspor, ruang tunggu pemohon, loket pengambilan dokumen, ruang pelayanan izin tinggal bagi warga negara asing (WNA), hingga fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak.
Bagi Barron, kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari kecepatan proses administrasi, tetapi juga dari kenyamanan masyarakat saat mengakses layanan dan kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan yang profesional.
“Kami ingin memastikan setiap masyarakat memperoleh pelayanan keimigrasian yang cepat, mudah, transparan, dan memberikan kepastian,” beber Barron.
“Sarana dan prasarana harus mampu mendukung pelayanan yang efektif, sementara sumber daya manusianya harus terus menjaga profesionalisme, integritas, dan semangat melayani,” katanya.
Selain memantau layanan utama, Barron juga meninjau gedung lama Kantor Imigrasi Cilegon. Ia menegaskan bahwa setiap aset negara harus dikelola secara tertib agar tetap memberikan manfaat maksimal bagi organisasi dan mendukung penyelenggaraan tugas keimigrasian.
Dalam arahannya kepada seluruh pegawai, Barron mendorong agar inovasi pelayanan terus dikembangkan sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengakses layanan keimigrasian.
Program seperti PASPORIA dan Eazy Passport, menurutnya, merupakan contoh inovasi yang mampu menghadirkan pelayanan lebih dekat dengan masyarakat.
Tak hanya itu, ia juga meminta jajaran memperkuat efektivitas pemeriksaan keimigrasian melalui skema on board checking, yakni pemeriksaan langsung di atas kapal untuk mempercepat proses sekaligus meningkatkan pengawasan di wilayah pelabuhan.
Di sisi lain, Barron memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
Menurutnya, pendekatan edukatif melalui Program Desa Binaan Imigrasi (PIMPASA) perlu terus diperluas dengan melibatkan pemerintah desa sebagai mitra strategis.
“Perlindungan masyarakat dimulai dari edukasi. Melalui PIMPASA, kami ingin masyarakat memahami pentingnya prosedur keimigrasian yang benar serta mengenali risiko bekerja ke luar negeri secara nonprosedural. Kolaborasi dengan pemerintah desa menjadi kunci untuk memperluas jangkauan edukasi tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Cilegon, Aditya Triputranto, mengatakan kunjungan Kepala Kantor Wilayah menjadi momentum penting bagi jajarannya untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan pelayanan.
“Arahan yang kami terima menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Kami berkomitmen menjaga profesionalisme petugas, memperkuat integritas, serta memastikan setiap warga negara Indonesia maupun warga negara asing memperoleh pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Aditya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan tidak hanya dilakukan melalui pembaruan fasilitas, tetapi juga melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penguatan budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Monitoring dan evaluasi tersebut menjadi bagian dari strategi Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memastikan seluruh satuan kerja menerapkan standar pelayanan publik secara konsisten.
Dengan dukungan fasilitas yang representatif, inovasi pelayanan yang berkelanjutan, serta aparatur yang profesional, Kantor Imigrasi Cilegon diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi keimigrasian.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan dinamika keimigrasian global, penguatan pelayanan, inovasi, dan pengawasan menjadi fondasi penting bagi Direktorat Jenderal Imigrasi untuk menghadirkan layanan publik yang semakin modern, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (ELN)