Kolaborasi Imigrasi dan Rutan Depok Hadirkan Layanan Publik Lewat Pasporia
Depok, Ballebale.com – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok kembali menyelenggarakan layanan Pasporia di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Depok, Minggu (12/7).
Program pelayanan keimigrasian tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dengan jumlah pemohon yang melampaui target kuota yang telah disiapkan panitia.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengikuti proses foto dan wawancara permohonan paspor, memperoleh konsultasi mengenai berbagai layanan keimigrasian, serta menikmati produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hasil kolaborasi bersama Rutan Kelas I Depok.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, mengatakan Pasporia merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah diakses oleh masyarakat, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.
“Melalui Pasporia, kami ingin mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat,” ujar Irvan yang memberikan pendapatnya dalam acara tersebut.
“Kehadiran layanan pada hari libur memberikan alternatif bagi masyarakat, terutama para pekerja, untuk mengurus paspor tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan mereka. Antusiasme masyarakat menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” lanjutnya.
Ia menambahkan, selain melayani permohonan paspor, petugas juga memberikan konsultasi mengenai berbagai persoalan keimigrasian, termasuk informasi terkait paspor, izin tinggal, serta layanan administrasi lainnya.
Sejumlah warga negara asing yang berada di kawasan CFD turut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai status izin tinggal mereka di Indonesia.
Berdasarkan data penyelenggara, jumlah peserta kegiatan melampaui target kuota sekitar 30 hingga 50 persen. Mayoritas pemohon merupakan pekerja yang memanfaatkan hari libur untuk mengurus dokumen perjalanan.
Pada kegiatan tersebut, Rutan Kelas I Depok turut berpartisipasi dengan menghadirkan Kopi Krabu serta berbagai hasil karya warga binaan berupa kerajinan tangan dan lukisan kayu siluet.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, mengatakan partisipasi dalam Pasporia menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil program pembinaan kemandirian warga binaan kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa proses pembinaan di Rutan menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi dan layak bersaing di pasar,” Agung menuturkan.
“Melalui kolaborasi ini, masyarakat dapat melihat secara langsung hasil pembinaan sekaligus memperoleh pemahaman mengenai fungsi pemasyarakatan dalam membangun kemandirian warga binaan,” lanjutnya.
Menurut dia, apresiasi masyarakat terhadap Kopi Krabu maupun produk kerajinan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan memperluas pemasaran hasil karya warga binaan.
Salah seorang pemohon paspor mengaku terbantu dengan penyelenggaraan Pasporia.
“Saya mengantar ibu membuat paspor baru. Program ini sangat membantu karena kami bisa berolahraga sekaligus mengurus paspor. Pelayanannya cepat, petugasnya ramah, dan prosesnya tidak memakan waktu lama,” ujar si pemohon.
Selain pelayanan keimigrasian, penyelenggara juga menyediakan ruang edukasi bagi masyarakat mengenai layanan Imigrasi dan program pembinaan di Rutan Kelas I Depok.
Kolaborasi kedua instansi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelayanan publik sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tugas dan fungsi masing-masing institusi.
Program Pasporia merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memperluas akses pelayanan publik melalui pendekatan jemput bola, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan keimigrasian secara lebih mudah, cepat, dan efisien. (ELN)