Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/News/Gus Syaifuddin: Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Harus Menjadi Jalan Pulang Menuju Ruh Perjuangan Nahdlatul Ulama
News

Gus Syaifuddin: Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Harus Menjadi Jalan Pulang Menuju Ruh Perjuangan Nahdlatul Ulama

By admin
July 9, 2026

 

Jombang, Ballebale.com – Penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 dinilai memiliki makna historis dan spiritual yang sangat mendalam. Bagi Ketua Umum Forum Ulama Santri Indonesia (FUSI), Gus Syaifuddin, keputusan tersebut bukan sekadar penentuan lokasi penyelenggaraan, melainkan momentum untuk mengembalikan Nahdlatul Ulama kepada ruh perjuangan para muassis.

Menurut Gus Syaifuddin, Muktamar ke-35 harus menjadi titik awal penguatan kembali nilai-nilai dasar NU yang dibangun di atas keikhlasan, persatuan, musyawarah, dan pengabdian kepada umat, bangsa, serta kemanusiaan.

“Ketika Muktamar kembali digelar di Tambakberas, sesungguhnya NU sedang diajak pulang ke rumah besarnya. Pulang kepada akhlak para pendiri, kepada tradisi musyawarah yang teduh, dan kepada semangat mengutamakan kemaslahatan umat di atas segala kepentingan,” ujar Gus Syaifuddin, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa Jombang bukan sekadar daerah penyelenggara, melainkan pusat lahirnya nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama. Dari kota santri inilah para ulama besar meletakkan fondasi organisasi yang hingga kini menjadi pedoman jutaan warga Nahdliyin di seluruh Indonesia.

Gus Syaifuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atas kebersamaan mereka dalam menetapkan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar. Menurutnya, kesepahaman kedua pemimpin tertinggi NU tersebut menunjukkan bahwa setiap perbedaan dapat diselesaikan melalui tabayun, dialog, serta kebijaksanaan yang berlandaskan ukhuwah.

Sebagai bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, ia memastikan seluruh elemen pesantren siap menyambut kedatangan para ulama, kiai, muktamirin, dan utusan dari berbagai daerah di Indonesia. Berbagai persiapan sarana dan prasarana terus dimatangkan agar seluruh rangkaian Muktamar berlangsung aman, nyaman, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Lebih jauh, Gus Syaifuddin mengingatkan bahwa Muktamar bukanlah arena perebutan kekuasaan ataupun pertarungan kepentingan politik organisasi. Sebaliknya, forum tertinggi NU tersebut harus menjadi ruang ibadah, musyawarah, dan pengambilan keputusan yang dilandasi akhlakul karimah, sikap tawadhu, serta tanggung jawab moral terhadap masa depan organisasi.

“Bagi warga Nahdliyin, Muktamar adalah forum pengabdian. Perbedaan pilihan adalah keniscayaan, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi panglima. Jangan sampai kepentingan sesaat mengalahkan cita-cita besar yang diwariskan para muassis,” tegasnya.

Dalam pandangannya, Jombang menyimpan jejak perjuangan tiga tokoh utama pendiri Nahdlatul Ulama, yakni KH Hasyim Asy’ari dari Tebuireng, KH Abdul Wahab Chasbullah dari Tambakberas, dan KH Bisri Syansuri dari Denanyar. Keteladanan, pemikiran, dan semangat perjuangan mereka, menurutnya, harus menjadi kompas moral bagi seluruh peserta Muktamar dalam menentukan arah perjalanan organisasi ke depan.

Ia optimistis, apabila seluruh muktamirin mampu mengedepankan persatuan di atas kepentingan kelompok maupun pribadi, maka Muktamar ke-35 NU akan menjadi momentum bersejarah yang melahirkan kepemimpinan yang amanah, keputusan yang bijaksana, serta memperkuat peran Nahdlatul Ulama sebagai penjaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat, perekat persatuan bangsa, dan pelayan umat.

“Mari jadikan Muktamar ke-35 sebagai jalan pulang menuju ruh perjuangan Nahdlatul Ulama. Semoga Muktamar ini menjadi muktamar yang meneduhkan, mempersatukan, dan mengembalikan NU kepada jati dirinya sebagai jam’iyah yang lahir dari keikhlasan para ulama untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan,” tutup Gus Syaifuddin

Tags:

Gus DurNUUlama
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Yura Yunita Gandeng Hetty Koes Endang dan INDAHKUS, “Bandung” Hadir dengan Rasa Baru

Next

Lintas Generasi dalam Satu Harmoni, Yura, Hetty, dan INDAHKUS Rayakan Cinta untuk Bandung

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Diplomasi Hijau di Kebun Raya Bogor: Pelajar Jepang Belajar Konservasi Urban, Dhani Priatna: Alam Adalah Titipan, Bukan Warisan
  • Indonesia Patent Awards 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Apresiasi Komersialisasi Paten
  • Baby Udon, Ketika Cinta Fanny dan Hajime Berlanjut Setelah Kehilangan
  • Lapas Serang Perkuat Disiplin Petugas Usai Arahan Dirjenpas
  • Indonesia Kembali ke Panggung Asia, Taekwondo Internasional Bergema dari Senayan

Archives

  • August 2026 (24)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network