CFD Margonda Tambah Seru dengan Pasporia Imigrasi Depok
Depok, Ballebal.com – Suasana Car Free Day (CFD) Kota Depok pada Minggu (28/6/2026) terasa berbeda. Ratusan warga memadati kawasan Depok Open Space Margonda, bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga memanfaatkan layanan Pasporia yang dihadirkan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok.
Konsep pelayanan publik yang dikemas santai di ruang terbuka itu mendapat sambutan positif masyarakat. Warga dapat mengurus paspor tanpa harus datang ke kantor imigrasi pada hari kerja, cukup melakukan pendaftaran melalui aplikasi M-Paspor atau memanfaatkan kuota layanan walk-in yang disediakan di lokasi.
Pelayanan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB dengan kuota 30 permohonan, terdiri atas 20 kuota melalui aplikasi M-Paspor dan 10 kuota walk-in. Dari kuota tersebut, sebanyak 24 pemohon hadir dan seluruhnya berhasil dilayani.
Tak hanya menghadirkan pelayanan keimigrasian, Imigrasi Depok juga menggandeng Kantor Pos Depok untuk mempermudah pembayaran dan pengiriman paspor langsung ke alamat pemohon.
Yang menarik, kolaborasi juga dilakukan bersama Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok dengan menghadirkan stan produk kreatif karya warga binaan, mulai dari kerajinan tangan hingga kopi olahan yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat sebagai tester.
Kolaborasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung CFD singgah di stan Pasporia, tidak hanya untuk mengurus paspor, tetapi juga melihat hasil karya warga binaan yang mendapat apresiasi positif dari masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, mengatakan pelayanan Pasporia merupakan upaya mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat melalui konsep yang lebih fleksibel dan mudah dijangkau.
“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Car Free Day menjadi momentum yang tepat karena masyarakat dapat mengurus paspor tanpa mengganggu aktivitas kerja mereka,” ungkap Irvan dalam keterangan pers, Senin (29/6).
“Pelayanan yang mudah diakses seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pemohon,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan berbagai instansi menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang lebih terintegrasi.
“Kami juga ingin menunjukkan bahwa pelayanan pemerintah dapat hadir secara kolaboratif. Bersama Kantor Pos dan Rutan Depok, masyarakat tidak hanya memperoleh layanan paspor, tetapi juga mengenal hasil pembinaan warga binaan yang memiliki nilai ekonomi,” Irvan menuturkan.
“Ini menjadi bentuk sinergi pelayanan publik yang memberi manfaat lebih luas,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh pelayanan berjalan lancar tanpa kendala. Kehadiran Pasporia di ruang publik pun mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai menghadirkan pelayanan yang cepat, praktis, sekaligus mendekatkan layanan negara kepada warga.
Melalui inovasi tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan keimigrasian yang adaptif, mudah diakses, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui berbagai inovasi layanan jemput bola di ruang-ruang publik. (Red)