Ingin Tampil Glowing di Pelaminan, Irma Darmawangsa Jalani Botox dan Kolagen Stimulator
Tangerang,20-05-2026 – Pasangan selebritas Irma Darmawangsa dan Irfan Sebastian menjalani perawatan kecantikan di Klinik Slimming & Kecantikan Moira Gading Serpong yang berlokasi di kawasan BSD Serpong, Tangerang, Sabtu (20/6/2026). Keduanya datang untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Lisa sebelum menjalani treatment yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Irma Darmawangsa mengaku sengaja melakukan perawatan karena ingin tampil maksimal menjelang hari pernikahannya yang direncanakan berlangsung tahun ini. Menurutnya, selain menjaga kesehatan tubuh, penampilan juga menjadi salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan menjelang momen sakral tersebut.
“Persiapan pernikahan itu bukan hanya soal gedung, dekorasi, atau baju pengantin saja. Kita juga harus mempersiapkan diri sendiri agar saat hari bahagia tiba bisa tampil prima. Saya ingin terlihat lebih segar, lebih glowing, dan tentunya lebih percaya diri saat berdiri di pelaminan nanti. Apalagi usia saya dan Irfan berbeda cukup jauh, jadi saya ingin tampil lebih fresh dan awet muda. Makanya saya mempercayakan perawatan ini kepada dokter yang memang profesional dan memiliki pengalaman panjang di bidang estetika,” ujar Irma.
Setelah berkonsultasi dengan Dokter Lisa, Irma menjalani treatment Botox pada area kening serta kolagen stimulator untuk membantu mengencangkan kulit dan memberikan tampilan wajah yang lebih segar namun tetap natural.
“Kalau perawatan kali ini saya melakukan Botox di area kening dan kolagen stimulator. Tujuannya bukan untuk mengubah wajah, tetapi lebih kepada merawat dan menjaga agar kulit terlihat sehat, kencang, dan bercahaya. Karena memang sudah semakin dekat dengan hari pernikahan, tentu saya ingin tampil cantik dan glowing saat hari spesial itu tiba,” katanya.
Irma juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memilih klinik kecantikan. Ia mengaku pernah menjadi korban praktik perawatan oleh oknum yang tidak kompeten sehingga kini lebih selektif dalam menentukan tempat treatment.
“Saya selalu menekankan pentingnya memilih klinik yang jelas legalitasnya dan ditangani dokter yang benar-benar bersertifikasi. Wajah adalah aset yang harus dijaga. Jangan sampai tergiur harga murah tetapi justru berisiko merusak kesehatan dan penampilan. Pengalaman pribadi membuat saya lebih berhati-hati dan tidak mau mengambil risiko untuk hal yang menyangkut keselamatan serta kesehatan kulit,” tuturnya.
Sementara itu, Irfan Sebastian memilih perawatan yang lebih sederhana. Ia hanya menjalani suntik vitamin untuk menjaga kebugaran dan penampilan agar tetap segar menjelang hari pernikahan.
“Kalau saya sebagai laki-laki tidak banyak melakukan treatment. Saya hanya suntik vitamin supaya tubuh lebih fit, wajah terlihat lebih segar, dan stamina tetap terjaga. Persiapan pernikahan itu cukup menguras tenaga dan pikiran, jadi saya merasa perlu menjaga kondisi tubuh agar tetap prima sampai hari H nanti,” kata Irfan.
Saat ditanya mengenai biaya perawatan, pasangan ini mengaku tidak memiliki anggaran tetap setiap bulan karena menyesuaikan dengan jenis treatment yang dijalani.
“Kalau soal budget tidak tentu. Semua tergantung jenis perawatan yang diambil. Untuk sekali treatment bisa berkisar antara Rp5 juta sampai Rp10 juta. Yang penting hasilnya baik dan dilakukan di tempat yang terpercaya,” jelas Irma.
Mengenai rencana pernikahan, Irma dan Irfan berharap dapat segera melangsungkan akad serta resepsi pada tahun 2026.
“Bismillah, kami berharap semuanya berjalan lancar dan bisa menikah tahun ini. Mohon doa terbaik dari semua masyarakat agar seluruh proses menuju hari bahagia kami diberikan kemudahan,” ujar Irma.
Irma juga mengungkapkan bahwa perjalanan menuju pernikahan sempat menghadapi sejumlah tantangan, termasuk terkait permintaan uang panai dari pihak keluarga.
“Memang sempat ada kendala karena orang tua meminta uang panai yang nilainya cukup besar, sekitar Rp5 miliar. Itu menjadi salah satu tantangan yang harus kami hadapi bersama. Namun kami percaya setiap niat baik pasti ada jalannya. Yang terpenting adalah komunikasi dan keseriusan untuk membangun rumah tangga,” pungkasnya.