Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Entertainment/Matt Maltese Sulap LaLaStage Jadi Ruang Intim di Tengah Riuh Festival

Matt Maltese Sulap LaLaStage Jadi Ruang Intim di Tengah Riuh Festival

By Darmo Gandul
August 23, 2026

JAKARTA,Ballebale.com — Ada cara sederhana untuk membuat ribuan orang berhenti sejenak dari hiruk-pikuk festival. Matt Maltese menemukannya lewat piano.

Pada malam pertama LaLaLa Festival 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (22/8), penyanyi dan penulis lagu asal Inggris itu tampil di LaLaStage dengan format yang nyaris tanpa basa-basi. Kemeja denim, sebuah piano, permainan bass, dan suara Maltese menjadi modal utama.

Tak ada produksi panggung yang berlebihan. Tak banyak ornamen yang mengalihkan perhatian. Namun, justru dari kesederhanaan itu, Maltese menciptakan suasana yang terasa dekat.

LaLaStage yang besar perlahan seperti mengecil. Penonton memenuhi area panggung, sementara perhatian mereka tertuju pada setiap nada yang keluar dari piano dan setiap bait yang dinyanyikan Maltese.

Ketika As the World Caves In dimainkan, batas antara penampil dan penonton seakan menghilang. Ribuan suara ikut menyanyikan lagu tersebut. Maltese seperti tidak sedang tampil sendirian; penonton mengambil bagian penting dalam pertunjukan.

Momen itu berlanjut melalui Intolewd dan Krystal. Respons penonton tetap hangat. Sejumlah bagian lagu dinyanyikan bersama, membuat pertunjukan terasa seperti pertemuan antara musisi dan para pendengarnya yang sudah lama mengenal karya-karyanya.

Namun, energi panggung kemudian berubah saat Maltese membawakan Curl Up & Die. Suasana yang semula riuh menjadi lebih tenang. Permainan piano mengambil ruang lebih besar, membawa penonton masuk ke sisi pertunjukan yang lebih emosional.

Tanpa perlu mengumbar kemegahan produksi, Maltese justru berhasil membuat ribuan orang fokus pada hal paling mendasar dalam sebuah pertunjukan musik: lagu.

Ia kemudian memilih Everyone Adores You (At Least I Do) sebagai penutup. Lagu itu menjadi salam perpisahan yang hangat sebelum Maltese meninggalkan panggung.

Penampilan tersebut menjadi salah satu pengingat bahwa festival musik bukan semata soal panggung besar, tata cahaya spektakuler, atau produksi yang serba megah. Kadang, sebuah piano dan suara yang jujur sudah cukup untuk membuat kerumunan besar terasa begitu dekat.|Foto : Istimewa

Tags:

JIExpoKemayoranLaLaLaFestival2026MattMaltese
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Komdigi Kirim 15 Ton Logistik dan 20 Starlink untuk Korban Gempa NTT

Next

Wamenpora Taufik Hidayat Dorong Pelajar Jadi Pemimpin Masa Depan Lewat Cerdas Cermat 4 Pilar

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Polda Lampung Gerebek Tiga Lokasi Diduga Rawan Narkotika di Pesawaran, Temukan Sabu dan Alat Hisap
  • Briptu Yosafat Riski Raih Emas Muaythai PORPROV XV Jabar 2026
  • Pendidikan sebagai Perlawanan: Manifesto Pemuda Adat Kalai Anim di Tanah Merauke

Archives

  • November 2026 (118)
  • October 2026 (435)
  • September 2026 (594)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network