Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Jakarta News/Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Pramono Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Pramono Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

By Darmo Gandul
September 1, 2026

JAKARTA,Ballebale.com-| Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan sampah di Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penanganan sampah di Jakarta tidak lagi dapat mengandalkan pola lama berupa mengangkut dan membuang sampah.

Hal itu disampaikan Pramono saat menjadi keynote speaker dalam Local Hero Indonesia Forum 2026 di Grha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, Senin (31/8/2026).

Forum yang mengusung tema “From Campaign to Collaboration: Strengthening Multi-Stakeholder Partnership for Sustainable Waste Management” tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Dulu polanya adalah angkut-buang. Sekarang menjadi pilah-angkut-olah. Perubahan prinsip ini tentunya memerlukan keseriusan dan kerja sama kita semua agar bisa berjalan dengan baik,” ujar Pramono.

Ia juga mengapresiasi Indonesia Water Institute yang telah menggagas forum tersebut.

Menurut Pramono, Jakarta saat ini menghasilkan lebih dari 9.000 ton sampah setiap hari atau sekitar 3,17 juta ton per tahun.

Besarnya volume sampah tersebut membuat persoalan persampahan tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah.

“Tanpa kerja sama semua pihak, mustahil masalah sampah dapat diatasi secara tuntas,” kata dia.

Gerakan Pilah Sampah Mulai Menunjukkan Hasil

Pramono mengatakan, gerakan pilah sampah yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta pada 10 Mei 2026 mulai menunjukkan hasil.

Persentase rumah tangga yang memilah sampah meningkat dari sebelumnya 5,31 persen menjadi 23,14 persen.

Selain itu, pengelolaan sampah organik melalui bank sampah juga mengalami peningkatan. Volume sampah organik yang dikelola melalui bank sampah naik dari 1.046 ton menjadi 1.432 ton.

Di sisi lain, volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang berkurang sekitar 500 ton per hari.

“Ini tentunya mempunyai makna yang cukup baik bagi kita, sudah on the track,” ujar Pramono.

Ia menekankan, capaian tersebut harus diikuti dengan konsistensi dan keberlanjutan gerakan pilah sampah di masyarakat.

Menurut dia, pengelolaan sampah di Jakarta harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari pengurangan sampah di sumber hingga pengolahan sampah.

“Untuk itu, diperlukan keseriusan dan keberlanjutan dari komunitas dalam pelaksanaan gerakan pilah sampah,” tuturnya.

Pramono juga meminta agar persoalan sampah menjadi agenda yang rutin dibahas di lingkungan Balai Kota. Pengawasan diperlukan untuk memastikan perubahan pola pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai gerakan sesaat.

RDF Rorotan Olah hingga 1.000 Ton Sampah per Hari

Selain mendorong pengurangan sampah dari sumber, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan fasilitas pengolahan sampah.

Salah satunya fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan yang saat ini disebut mampu mengolah sekitar 800 hingga 1.000 ton sampah per hari.

Pramono mengatakan, penanganan sampah juga memberikan dampak yang lebih luas terhadap kualitas lingkungan dan kebijakan transportasi di Jakarta.

Menurut dia, strategi pengelolaan sampah yang dilakukan secara komprehensif dapat menghasilkan efek berganda, termasuk membantu menurunkan polusi dan mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Sementara itu, Pendiri dan Pimpinan Indonesia Water Institute Firdaus Ali mengapresiasi komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menangani persoalan sampah.

“Perubahan perilaku harus dimulai dari rumah tangga dan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor,” kata Firdaus.

Melalui Local Hero Indonesia Forum 2026, Firdaus berharap berbagai inisiatif masyarakat dalam mengelola sampah dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan di Jakarta.

Tags:

JakartaPramonoAnungSampah
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Trio GJLS Jadi Petugas Damkar, Siap Bikin Bioskop “Berapi-Api” pada 5 November

Next

Mulai 1 September, Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan
  • Para Mantan Dankor Brimob Temui Kapolri, Perkuat Dukungan dan Soliditas Polri
  • Mawar de Jongh dan Ardit Erwandha Bikin Salting, Persahabatan Karina-Raka Berujung Cinta?

Archives

  • November 2026 (106)
  • October 2026 (435)
  • September 2026 (594)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network