Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Sport/Carlos Malgares: Masa Depan Sepak Bola Indonesia Dimulai dari Banyak Bertanding

Carlos Malgares: Masa Depan Sepak Bola Indonesia Dimulai dari Banyak Bertanding

By Darmo Gandul
August 9, 2026

JAKARTA,Ballebale.com— Lapangan sepak bola bagi Carlos M. Malgares bukan sekadar tempat menyaksikan pertandingan. Di sana, ia melihat proses panjang yang dapat menentukan masa depan seorang pemain muda.

Mantan gelandang bertahan Real Betis, Spanyol, itu hadir menyaksikan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 di Pancoran Soccer Field, Jakarta, Sabtu (7/8). Kehadirannya sekaligus untuk mendampingi putranya, Rafael Tumpak Malgares, yang memperkuat PSF Academy FC.

Dari pinggir lapangan, Carlos mengamati permainan para pemain muda. Baginya, kompetisi seperti Liga Jakarta U-17 memiliki arti penting karena memberikan pengalaman yang tidak mungkin sepenuhnya diperoleh hanya melalui latihan.

“Anak-anak harus banyak bermain. Kalau hanya latihan, itu tidak cukup. Kesalahan yang terjadi saat pertandingan justru menjadi bagian dari proses untuk memperbaiki permainan mereka,” ujar Carlos.

Menurut dia, pertandingan kompetitif menjadi ruang belajar bagi pemain muda untuk membaca permainan, mengambil keputusan, menghadapi tekanan, sekaligus memahami konsekuensi dari setiap pilihan di lapangan.

Karena itu, kompetisi usia muda idealnya tidak berhenti sebagai turnamen sesaat. Kompetisi perlu berlangsung secara berkelanjutan agar pemain memiliki kesempatan menghadapi lawan dengan karakter dan situasi permainan yang beragam.

Carlos juga mengingatkan bahwa pembinaan pemain muda tidak semestinya hanya mengejar kekuatan fisik. Teknik dasar tetap menjadi fondasi.

“Teknik dasar sangat fundamental. Kontrol dan passing tidak boleh diabaikan. Setelah itu baru kekuatan fisik dan aspek lainnya dikembangkan sesuai usia,” kata Carlos, yang telah menetap di Indonesia sejak 1998.

Pengalaman Carlos bermain di Spanyol membuatnya memiliki perspektif tersendiri mengenai pembinaan usia muda. Menurut dia, pemain di Spanyol secara bertahap diperkenalkan pada cara memahami permainan, bukan hanya kemampuan individu dengan bola.

Mereka belajar bergerak tanpa bola, membuka dan mengisi ruang, menjaga posisi, serta memahami bagaimana permainan kolektif dapat menciptakan keunggulan.

“Sepak bola bukan hanya soal siapa yang bisa melewati tiga atau empat pemain. Yang penting adalah pemain mengerti permainan, tahu kapan harus mengambil posisi dan bagaimana membuat bola bergerak dengan cepat,” ujar Carlos.

Ia menilai rentang usia 12 hingga 18 tahun merupakan periode penting dalam perkembangan pemain. Pertandingan yang berlangsung secara rutin memungkinkan perkembangan mereka dipantau dari waktu ke waktu.

Di titik itulah Carlos melihat nilai penting Liga Jakarta U-17. Kompetisi tersebut, menurut dia, bukan sekadar ajang mencari pemenang, melainkan ruang bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan, membangun pengalaman, dan mulai merintis jalan menuju sepak bola profesional.

“Kalau kita mau mencari kekurangan dalam sebuah kompetisi, pasti ada. Tetapi saya justru bersyukur ada orang yang berani menyelenggarakannya. Yang paling penting adalah anak-anak mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kemauan mereka,” tuturnya.

Carlos berharap Liga Jakarta dan kompetisi usia muda lainnya dapat terus digelar secara konsisten. Semakin banyak pertandingan yang dimainkan, semakin banyak pula pengalaman yang diperoleh pemain.

Ia pun berharap sebagian pemain yang kini berlaga di Liga Jakarta U-17 kelak mampu menembus level profesional, termasuk Liga 1 Indonesia.

Bagi Carlos, perjalanan itu harus dimulai dari kesempatan yang sederhana: hadir di lapangan, bermain, membuat kesalahan, belajar, lalu kembali bermain.

“Anak-anak ini harus terus diberikan kesempatan bermain. Dari kompetisi seperti inilah mereka bisa berkembang, menemukan pengalaman, dan suatu hari nanti menemukan tempatnya di sepak bola Indonesia,” pungkas Carlos, yang saat itu mendampingi putranya bermain di Liga Jakarta U-17.

Tags:

CarlosMalgaresLigaJakartaU17PialaGubernur2026
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Ketika Hidup Ingin Diperbaiki, Seberapa Jauh Kita Berani Melangkah

Next

Demi Menghidupkan Sosok Hajime, Ini 5 Dedikasi Denny Sumargo di Film Baby Udon

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan
  • Para Mantan Dankor Brimob Temui Kapolri, Perkuat Dukungan dan Soliditas Polri
  • Mawar de Jongh dan Ardit Erwandha Bikin Salting, Persahabatan Karina-Raka Berujung Cinta?

Archives

  • November 2026 (106)
  • October 2026 (435)
  • September 2026 (594)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network