Menang 4-3, Diklat ISA Petik Pelajaran Berharga dari Perlawanan Sengit Satria Sanggeni
JAKARTA — Pertandingan Liga Jakarta U-17 antara Diklat ISA dan Satria Sanggeni berlangsung sengit dan penuh drama di Lapangan 2 Sintetis PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (21/6). Duel yang dimulai pukul 10.10 WIB itu menghadirkan pertarungan taktik dan strategi yang menarik hingga peluit panjang berbunyi.
Laga baru berjalan lima menit ketika Diklat ISA harus menelan pil pahit. Kiper Muhammad Salman Fauzan (20) melakukan kesalahan yang berujung gol bunuh diri dan membuat Satria Sanggeni unggul lebih dahulu.
Namun, respons Diklat ISA datang begitu cepat. Muhammad Fachrizki (12) tampil sebagai sosok pembeda setelah berhasil membobol gawang Satria Sanggeni yang dijaga Ikhsan Ardiansyah pada menit keenam. Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan Diklat ISA dalam pertandingan.
Petaka kembali menghampiri Satria Sanggeni pada menit ke-11. Sang kapten, Ahmad Adly (2), justru mencetak gol bunuh diri yang membuat Diklat ISA berbalik unggul. Tak lama kemudian, Ahmad Zidan (27) berhasil menyamakan kedudukan setelah tendangannya menembus gawang Diklat ISA pada menit ke-18.
Pertandingan semakin panas dengan sejumlah pelanggaran yang memaksa wasit Suryadi mengeluarkan kartu kuning. Rully Raphael Lando dari Satria Sanggeni mendapat kartu kuning pada menit ke-15. Dari kubu Diklat ISA, M. Alwi Erlangga (4) juga diganjar kartu kuning, disusul sang kapten Azzamy Syauqi (8) pada menit ke-60.
Memasuki babak kedua, Syarif Tri Utomo (10) membawa Satria Sanggeni kembali bersaing setelah mencetak gol pada menit ke-40. Akan tetapi, ketajaman Muhammad Fachrizki kembali berbicara. Ia mencetak gol keduanya pada menit ke-50 untuk menjaga asa kemenangan Diklat ISA.

Keunggulan Diklat ISA semakin mantap setelah Destha Aditya (10) turut mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut menjadi penentu dalam pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi dan tensi kompetitif.
Hingga peluit akhir dibunyikan, Diklat ISA berhasil mempertahankan keunggulan dan menutup laga dengan kemenangan tipis 4-3 atas Satria Sanggeni.
Pelatih sekaligus pemilik Diklat ISA, Zuchli Imran Putra, SH, mengaku belum sepenuhnya puas dengan performa anak asuhnya meski berhasil meraih tiga poin.
“Sebenarnya kami agak kurang puas dengan pertandingan ini. Dari awal babak pertama sampai babak kedua, permainan kami belum sesuai harapan. Memang kami punya banyak peluang dan serangan juga cukup bagus, tetapi masih ada beberapa masalah yang harus dibenahi,” ujar Zuchli.
Menurut dia, para pemain masih terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan di lapangan. Selain itu, adaptasi terhadap kondisi lapangan sintetis menjadi tantangan tersendiri.
“Rumput di sini lebih pendek sehingga terasa lebih licin dan laju bola menjadi lebih cepat. Kadang itu tidak sesuai dengan prediksi pemain saat membawa atau mengoper bola. Ke depan kami harus lebih disiplin dan memperbaiki kekurangan yang terlihat hari ini,” katanya.
Zuchli juga menyoroti ukuran lapangan yang lebih kecil dibandingkan yang biasa digunakan timnya. Ia menilai situasi tersebut menjadi pengalaman penting bagi para pemain muda untuk meningkatkan kemampuan adaptasi.
Selain faktor teknis, ia menegaskan bahwa aspek mental juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.
“Salah satu kesalahan yang saya lihat adalah anak-anak merasa terlalu percaya diri. Mereka berpikir selalu bisa menang dalam situasi satu lawan satu, padahal kenyataannya tidak selalu begitu. Ada rasa overconfidence yang harus diperbaiki. Anak-anak harus kembali fokus bermain dan menghormati setiap lawan yang dihadapi,” ujarnya.
Pertandingan Liga Jakarta U-17 ini dipimpin wasit Suryadi dengan asisten wasit Touvan dan Rojali. Kemenangan tersebut membawa Diklat ISA meraih hasil positif, sekaligus menjadi bahan evaluasi penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
LigaJakartaU17 #DiklatISA #SatriaSanggeni #SepakBolaUsiaMuda #JakartaFootball #PembinaanUsiaMuda #ErickFahreza #PSFPancoran #FootballDevelopment #LigaJakarta2026