Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Entertainment/Trailer Baru Lobang Buaya Bongkar Misteri Pembunuhan Pejabat Korup

Trailer Baru Lobang Buaya Bongkar Misteri Pembunuhan Pejabat Korup

By Darmo Gandul
September 16, 2026

JAKARTA,Ballebale.com — Ada sesuatu yang ganjil di Desa Lobang Buaya. Setiap tanggal 30, kematian datang dengan pola yang sama. Para pejabat desa ditemukan tewas mengenaskan, tubuh mereka meninggalkan pesan berupa kata-kata yang menyindir keserakahan dan dusta.

Misteri itu menjadi semakin gelap dalam final trailer film horor-misteri Lobang Buaya yang dirilis Adhya Pictures dan Dapur Film menjelang penayangannya serentak di bioskop pada 1 Oktober 2026.

Disutradarai Hanung Bramantyo, trailer berdurasi sekitar dua menit tersebut membuka sedikit demi sedikit tabir di balik rangkaian pembunuhan yang terjadi di desa itu pada 1964. Jika materi promosi sebelumnya lebih banyak mengandalkan teka-teki dan teror mistis, trailer terbaru mulai memperlihatkan pola: korban-korban merupakan pejabat desa yang disebut korup.

Kematian mereka tidak hanya menyisakan pertanyaan tentang siapa pelakunya, tetapi juga menghidupkan kembali legenda Hantu Bolong serta dugaan praktik okultisme yang berkaitan dengan Kitab Ghayat al-Hakim.

Pesan di Balik Luka

Dalam trailer, kematian para pejabat desa selalu terjadi pada tanggal 30. Tubuh para korban ditemukan dengan kondisi punggung berlubang. Di kulit mereka terdapat sayatan yang membentuk kata-kata bernada sindiran, antara lain “Goroh” yang berarti dusta dan “Kemaruk” yang berarti serakah.

Teror itu kemudian mendapatkan bentuk visual yang kuat melalui poster terbaru film. Letnan Soegeng yang diperankan Baskara Mahendra dan Arum Wangi yang dimainkan Carissa Perusset tampak berada di balik sosok perempuan misterius dengan punggung berlubang.

Di tengah rangkaian kematian tersebut, Soegeng ditugaskan memimpin penyelidikan. Namun, penyelidikan justru menyeretnya ke labirin yang lebih rumit: ada kepentingan para elite yang berusaha menyembunyikan kebusukan, sekaligus kekuatan gaib yang perlahan mendekati keluarganya.

Baskara Mahendra mengatakan penonton akan diajak mengikuti penyelidikan Soegeng seperti seorang detektif.

“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk ‘mencari dalang’ di balik misteri pembunuhan berantai ini,” kata Baskara.

Menurut dia, setiap petunjuk dan korban yang muncul akan membawa penonton semakin dekat pada pertanyaan mengenai siapa yang sebenarnya paling berdosa dalam kisah tersebut.

Ketika Horor Menjadi Cermin Kekuasaan

Bagi Hanung Bramantyo, Lobang Buaya bukan sekadar cerita horor berlatar masa lalu. Film ini menggunakan teror dan misteri sebagai cara untuk membicarakan persoalan ketidakadilan yang menurutnya tetap relevan dengan kehidupan masyarakat hari ini.

Latar cerita ditempatkan pada 1964, setahun sebelum gejolak nasional yang kemudian mengubah sejarah Indonesia. Namun, Hanung menegaskan kisah yang diangkat merupakan eksplorasi fiksi.

“Ketika dapat kesempatan untuk menggarap cerita ini, saya melihat kembali: apa yang dirasakan masyarakat Indonesia pada masa 1960-an yang masih kita rasakan sampai sekarang? Jawabannya adalah ketidakadilan,” ujar Hanung.

Melalui horor, Hanung ingin memperlihatkan bagaimana masyarakat berhadapan dengan kekuasaan yang dianggap mampu menghindar dari pertanggungjawaban.

Dengan demikian, pertanyaan dalam Lobang Buaya bukan semata-mata siapa pembunuhnya. Lebih jauh, film ini mengajak penonton menelusuri batas antara kejahatan, pembalasan, kekuasaan, dan keadilan.

Dari Rotterdam ke Bioskop Indonesia

Sebelum beredar di Indonesia, Lobang Buaya telah lebih dulu diperkenalkan di sejumlah festival film internasional. Film ini mencatatkan pemutaran perdana dunia di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 dan disebut mendapat sambutan penonton dalam pemutarannya di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026, Korea Selatan.

Selain Baskara Mahendra dan Carissa Perusset, film ini juga dibintangi Iskak Khivano, Anya Zen, serta aktor senior Mathias Muchus.

Kini, misteri tentang siapa dalang di balik kematian para pejabat desa itu akan dibawa ke layar lebar Indonesia.

Lobang Buaya tayang serentak di bioskop mulai 1 Oktober 2026.[]

Tags:

AdhyaPicturesDapurFilmFilmLobangBuayaHanungBramantyoLobangBuaya
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Air Mata Anak-anak Istimewa dan Janji Besar Sang Produser: Satu Juta Penonton, Rumah Singgah Berdiri

Next

Andika Mahesa Buka Suara soal Polemik dengan Dodhy: Kangen Band Jangan Bubar karena Masalah Sesaat

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Patroli Dini Hari Brimob Metro Jaya Cegah Potensi Tawuran di Ciputat
  • Brimob Metro Jaya Respons Laporan Warga, Empat Pemuda Diduga Hendak Tawuran Diamankan
  • Merajut Kembali Koeksistensi Manusia dan Gajah Sumatra di Tengah Ancaman Kepunahan

Archives

  • November 2026 (113)
  • October 2026 (435)
  • September 2026 (594)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network