Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Uncategorized/Pasar Pagi Nusantara, Cara Kementerian Kebudayaan Mendekatkan Budaya kepada Masyarakat
Uncategorized

Pasar Pagi Nusantara, Cara Kementerian Kebudayaan Mendekatkan Budaya kepada Masyarakat

By Darmo Gandul
August 17, 2026

JAKARTA,Ballebale.com— Suasana akhir pekan di sekitar Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Minggu (16/8/2026), tak hanya diwarnai aktivitas olahraga. Masyarakat juga diajak singgah sejenak untuk menikmati beragam pengalaman budaya dalam Cultural Fair Day (CFD) bertajuk “Pasar Pagi Nusantara”.

Digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat, komunitas budaya, dan pelaku UMKM. Konsep yang diusung pun dibuat lebih dekat dengan keseharian, sehingga kebudayaan tidak hadir sebagai sesuatu yang kaku dan formal.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, Pasar Pagi Nusantara diharapkan dapat menjadi bagian dari aktivitas masyarakat saat menikmati akhir pekan.

“Kegiatan Pasar Pagi Nusantara Cultural Fair Day ini kita selenggarakan untuk memeriahkan HUT Proklamasi yang ke-81, mudah-mudahan bisa menjadi bagian dari kegiatan olahraga sekaligus apresiasi terhadap kebudayaan,” ujar Fadli.

Mengusung semangat “Singgah Sejenak, Rasakan Nusantara”, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah zona pengalaman budaya. Di antaranya Nusantara Digital, Arena Utama Nusantara, Sanggar Karya Betawi, Pasar Rasa Nusantara, Galeri Pusaka, Aroma Nusantara, Galeri Tempo Dulu, dan Panggung Budaya.

Pengunjung tidak sekadar melihat pameran. Mereka dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif, mulai dari permainan budaya berbasis teknologi, workshop membatik dan membuat ondel-ondel, hingga mengenal kuliner tradisional dan jamu.

Sejumlah koleksi budaya juga ditampilkan, seperti keris, piringan hitam, buku lama, barang antik, kriya, dan artefak budaya. Produk makanan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia turut diperkenalkan kepada masyarakat.

Bagi Fadli, ruang semacam itu penting untuk mempertemukan masyarakat dengan kekayaan budaya secara langsung. Apalagi, kegiatan tersebut juga membuka kesempatan bagi pelaku budaya dan UMKM untuk memperkenalkan produk mereka.

“Terutama yang terkait dengan budaya,” kata Fadli ketika menjelaskan rencana menjadikan Cultural Fair Day sebagai kegiatan rutin.

Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkala, bahkan kemungkinan sebulan sekali pada hari Minggu. Dengan demikian, ruang publik tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga dapat menjadi etalase kebudayaan sekaligus ruang tumbuh ekonomi budaya.

Panggung Budaya turut memeriahkan acara dengan penampilan berbagai komunitas dan seniman. Salah satunya Congrock, bentuk akulturasi musik keroncong dan rock dari Semarang. Pertunjukan tari juga hadir melalui Happy Salma dan Rosmala Dewi, serta tari dan flashmob generasi muda oleh Belantara Budaya Indonesia.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI, Kementerian Kebudayaan juga memberikan dukungan fasilitas berupa alat musik dan sound system bagi komunitas budaya.

Sebelum rangkaian kegiatan dimulai, Fadli mengajak masyarakat mendoakan keselamatan dan ketabahan bagi warga Nusa Tenggara Timur yang tengah menghadapi musibah gempa bumi. Ia berharap masyarakat terdampak mendapat perlindungan dan kekuatan.

Menurut Fadli, antusiasme masyarakat menjadi tanda bahwa kebudayaan dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih cair. Masyarakat dapat berolahraga, menikmati akhir pekan, sekaligus mengenal kekayaan Nusantara dalam satu ruang.

Pasar Pagi Nusantara pada akhirnya bukan sekadar pameran budaya. Kegiatan tersebut menjadi upaya Kementerian Kebudayaan mendekatkan institusi kepada masyarakat sekaligus merintis format ruang budaya yang dapat berlangsung berkelanjutan.

Jika dikembangkan secara rutin, Cultural Fair Day berpotensi menjadi ruang temu yang mempertemukan kebudayaan, komunitas, UMKM, dan masyarakat dalam suasana yang lebih santai—sebuah cara untuk membuat budaya tetap hidup karena hadir dan dirasakan dalam keseharian.|Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan/Vidhy Fellizano Sfinozal

Tags:

CulturalFairDayKementerianKebudayaanpasarPagiNusantara
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

BaLiTa Run 2026, Saat Karakter Animasi Menjadi Jembatan Ekonomi Kreatif

Next

Satgas Cakrabuana Jaktim: Semangat Kemerdekaan Harus Dijaga dengan Soliditas dan Kepedulian

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Agensi Rumah Tangga Tembus 1 Juta Penonton, Jadi Film Ketiga Starvision yang Raih Predikat Blockbuster di 2026
  • Rahmat Erwin Menggila di Nagoya: Emas Asian Games dan Dua Rekor Dunia!
  • “Kalau Bukan Aku” Menggugah TIM, Fadli Zon: Seni Bisa Bersuara Melawan Perdagangan Orang
  • Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Jaga Kamtibmas di Distrik Muara Puncak Jaya
  • Patroli Brimob Cegah Balap Liar di Jaktim, Empat Motor Diamankan

Archives

  • September 2026 (531)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network