“Kalau Bukan Aku” Menggugah TIM, Fadli Zon: Seni Bisa Bersuara Melawan Perdagangan Orang
JAKARTA,Ballebale.com– Panggung Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, menjadi ruang bagi sebuah kisah yang tak sekadar dimainkan, tetapi juga menggugah kesadaran. Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengapresiasi pementasan monolog “Kalau Bukan Aku” karya dan pementasan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang mengangkat isu perdagangan orang atau human trafficking dari perspektif keluarga korban.
Dalam monolog tersebut, Rahayu Saraswati membawakan kisah seorang perempuan yang kehilangan adiknya. Tanpa kabar dan jejak yang jelas, ia berusaha mencari keberadaan sang adik di tengah ketidakpastian yang menyelimuti keluarganya.
Fadli Zon menilai tema yang diangkat memiliki arti penting karena seni pertunjukan dapat menjadi medium untuk menghadirkan persoalan sosial kepada masyarakat secara lebih dekat dan emosional.
“Pertunjukan ini mengangkat tema yang sangat penting tentang perdagangan manusia. Saya mengetahui dan menyaksikan sendiri perhatian Sarah manusia terhadap isu ini sejak beberapa tahun lalu, termasuk keterlibatannya dalam forum internasional terkait perdagangan manusia,” ujar Fadli.
Menurut Fadli, pengalaman Rahayu Saraswati dalam perhatian dan upaya pencegahan perdagangan orang turut memberikan kedalaman penghayatan terhadap karakter yang diperankan.
Ia juga menilai pementasan tersebut sejalan dengan visi Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat ekosistem seni pertunjukan Indonesia. Teater, kata Fadli, merupakan salah satu bidang yang perlu terus dikembangkan bersama berbagai bentuk seni pertunjukan lainnya.
“Ini merupakan salah satu kegiatan yang sejalan dengan visi Kementerian Kebudayaan, salah satunya membangun ekosistem seni pertunjukan. Di dalamnya ada teater, tari, dan berbagai bentuk pertunjukan lainnya,” katanya.
Fadli berharap teater dapat terus tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari ekosistem kebudayaan, sekaligus bersinergi dengan musik, drama musikal, dan berbagai bentuk pertunjukan lainnya.
Pementasan “Kalau Bukan Aku” menjadi bagian dari MonoPlay Festival 2026 bertema “Lakon@cting” yang berlangsung pada 23–25 September 2026 di Taman Ismail Marzuki.
Festival tersebut menghadirkan sejumlah aktor melalui karya monolog masing-masing, di antaranya Kimberly Ryder lewat “Aku Masih Di Sini”, Sigit Hardadi dengan “Jadi Sendiri”, Bagus Ade Saputra melalui “Brain Rot”, Tegar Bramanastrya lewat “Saweran”, serta Yeliz Čelebić sebagai tamu internasional.
MonoPlay Festival 2026 juga dilengkapi sejumlah program pendukung, seperti Panggung Sayap, Kelas Lakon@cting, pameran lukisan, dan Ngobrol Bareng Aktor.
Hadir dalam pementasan tersebut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan.
Turut mendampingi Menteri Kebudayaan, Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti.
Melalui “Kalau Bukan Aku”, panggung teater memperlihatkan bahwa seni tidak berhenti sebagai ruang ekspresi artistik. Ia juga dapat menjadi medium untuk menyuarakan persoalan sosial, membuka percakapan, dan mengajak masyarakat melihat kembali isu perdagangan orang dari sisi kemanusiaan.[]