Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Lifestyle/Ketika Buku Agama Mulai Berbicara dengan Bahasa AI
Lifestyle

Ketika Buku Agama Mulai Berbicara dengan Bahasa AI

By Darmo Gandul
August 6, 2026

JAKARTA Ballebale.com— Ada masa ketika buku pelajaran berarti lembaran-lembaran yang dibuka di atas meja, ditemani pensil, penghapus, dan catatan kecil di sudut halaman. Kini, cara belajar berubah. Buku bisa hadir di layar, soal dapat dikerjakan secara interaktif, dan pertanyaan tentang materi pelajaran dapat dijawab oleh asisten berbasis kecerdasan buatan.

Perubahan itu pula yang tengah diikuti Kementerian Agama melalui peluncuran 40 buku digital Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti yang terintegrasi dengan platform Smart PAI.

Empat puluh buku tersebut terdiri atas 39 buku teks utama PAI dan Budi Pekerti untuk jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK dan SLB, serta satu buku ajar PAI untuk perguruan tinggi umum. Seluruhnya dapat diakses secara daring melalui Smart PAI.

Platform digital tersebut tidak sekadar menjadi tempat menyimpan buku elektronik. Di dalamnya tersedia kelas interaktif, bank soal, perpustakaan digital, asesmen pembelajaran, hingga asisten AI yang dirancang untuk membantu pengguna memahami materi.

Menariknya, asisten AI Smart PAI tidak bekerja seperti layanan AI generatif yang menjelajah berbagai sumber di internet. Pengetahuannya dibatasi pada 40 buku resmi yang diterbitkan Kementerian Agama.

Dengan cara itu, jawaban yang diberikan diharapkan tetap berada dalam koridor kurikulum nasional dan materi keagamaan yang telah melalui proses validasi akademik.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, perubahan teknologi merupakan keniscayaan dalam dunia pendidikan. Cara anak-anak belajar pun telah berubah dibandingkan generasi sebelumnya.

“Kita harus lebih cepat mengikuti perkembangan teknologi. Anak-anak kita sekarang berbeda dengan generasi sebelumnya. Jangan sampai pendidikan agama tertinggal dari cara belajar mereka,” ujar Nasaruddin saat merilis 40 buku PAI dan Budi Pekerti di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan tantangan baru pendidikan agama. Anak-anak dan remaja kini hidup dalam ruang belajar yang nyaris tak mengenal batas antara buku, layar, video, mesin pencari, dan kecerdasan buatan.

Karena itu, buku pelajaran tidak lagi cukup hanya menjadi tempat menyimpan pengetahuan. Ia perlu hadir sebagai bagian dari pengalaman belajar yang lebih interaktif dan mudah dijangkau.

Di sinilah Smart PAI mencoba mengambil peran.

Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno mengatakan, seluruh buku yang diluncurkan telah tersedia di platform tersebut. Guru dan peserta didik dapat membaca buku secara digital, mengunduh materi, mengerjakan soal, mengikuti aktivitas pembelajaran, serta memanfaatkan asisten AI.

Namun, ada satu hal yang ditekankan: teknologi tidak dimaksudkan untuk mengambil alih peran guru.

Justru sebaliknya. Kehadiran teknologi diharapkan membantu guru mengurangi beban transfer pengetahuan sehingga lebih banyak waktu dapat digunakan untuk membangun karakter dan menanamkan nilai.

“Transfer pengetahuan bisa dibantu teknologi. Tetapi transfer nilai tidak akan pernah selesai dan tidak bisa digantikan oleh mesin,” kata Amien.

Pesan itu menjadi penting ketika pendidikan agama berhadapan dengan kecanggihan teknologi. Sebab, pendidikan agama bukan sekadar persoalan mengetahui jawaban benar dan salah. Ada proses menumbuhkan sikap, keteladanan, kebiasaan, dan rasa tanggung jawab yang membutuhkan kehadiran manusia.

Karena itu, di balik layar digital dan kecerdasan buatan, buku-buku PAI tersebut tetap membawa agenda yang lebih mendasar.

Salah satunya adalah Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ). Program tersebut diintegrasikan ke dalam elemen Al-Qur’an dan Hadis sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan literasi Al-Qur’an peserta didik.

Buku-buku itu juga membawa semangat Kurikulum Cinta, dengan lima nilai utama: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air.

Selain itu, pembelajaran memuat tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik.

Dengan demikian, transformasi digital yang sedang ditempuh Kementerian Agama bukan semata-mata memindahkan buku dari rak ke layar. Ada upaya untuk mempertemukan pengetahuan keagamaan, kurikulum, karakter, dan teknologi dalam satu ekosistem pembelajaran.

Sebanyak 40 buku tersebut mencakup enam buku PAI dan Budi Pekerti untuk siswa SD serta enam buku untuk guru SD. Kemudian tiga buku untuk siswa SMP dan tiga buku untuk guru SMP.

Untuk jenjang SMA/SMK tersedia tiga buku bagi siswa dan tiga buku bagi guru. Sementara untuk pendidikan khusus terdapat 12 buku PAI dan Budi Pekerti bagi guru SDLB, SMPLB, dan SMALB.

Ada pula tiga buku pendamping bagi guru PAUD-TK serta satu buku PAI untuk perguruan tinggi umum.

Semua buku itu kini menemukan rumah barunya di ruang digital.

Di tengah perubahan cara generasi muda mencari dan memperoleh pengetahuan, langkah tersebut menjadi semacam ikhtiar agar pendidikan agama tidak hanya bertahan di tengah perkembangan teknologi, tetapi juga mampu berbicara dengan bahasa zaman.

Sebab, secanggih apa pun mesin, pendidikan pada akhirnya tetap membutuhkan manusia yang mengajarkan bukan hanya apa yang harus diketahui, melainkan juga bagaimana pengetahuan itu seharusnya digunakan.

Tags:

BukuDigitalKemenagRIPendidikanAgamaIslamSmartPAI
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Tiya Rima: Ketika Bunga Tak Selalu Mekar pada Musim yang Sama

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Ketika Buku Agama Mulai Berbicara dengan Bahasa AI
  • Tiya Rima: Ketika Bunga Tak Selalu Mekar pada Musim yang Sama
  • Diana Irawati :PRI Jakarta Selatan Siapkan Strategi Digital untuk Siapkan Pemilu Mendatangkan
  • Gempita Karnaval SCTV di Tegal: Ridho Rhoma, The Titans, hingga Top 3 ‘The Icon’ Siap Hibur Warga, Ada Layanan KTP Keliling
  • Catatan Inspiratif Anak Petani dari Bone yang Menolak Menyerah

Archives

  • August 2026 (43)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network