Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Lifestyle/306 Pegawai Kementerian Ekraf Antar Wastra Tenun Nusantara Pecahkan Rekor Dunia

306 Pegawai Kementerian Ekraf Antar Wastra Tenun Nusantara Pecahkan Rekor Dunia

By Darmo Gandul
August 17, 2026

JAKARTA,Ballebale.com — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk memperkenalkan kekayaan wastra Nusantara ke panggung dunia. Sebanyak 306 pegawai Kementerian Ekraf berhasil mencatatkan rekor Guinness World Records (GWR) melalui kategori Largest Gathering of People Wearing Traditional Indonesian Woven Textiles.

Rekor tersebut dikukuhkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Auditorium Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Senin (17/8/2026). Menteri Ekraf/Kepala Badan Ekraf Teuku Riefky Harsya menerima langsung penghargaan tersebut.

“Ini merupakan rekor dunia yang menjadi hasil nyata untuk membawa lebih banyak wastra tenun Nusantara dari setiap daerah dengan ciri khas yang merepresentasi filosofi dan identitas masyarakat setempat,” kata Teuku Riefky.

Menurut dia, pencatatan rekor dunia tersebut tidak sekadar menjadi perayaan kemerdekaan. Momentum itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang bertumpu pada kekayaan budaya Indonesia.

Wastra yang dikenakan peserta beragam, mulai dari songket, tenun ikat, lurik, endek, hingga ulos. Para peserta memadupadankan unsur busana khas dari berbagai daerah dengan gaya yang lebih relevan dengan perkembangan fesyen masa kini.

Teuku Riefky mengatakan meningkatnya tren subsektor fesyen dapat menjadi peluang untuk membuat wastra Nusantara semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Ekonomi kreatif harus mampu mengubah warisan budaya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Di balik wastra Nusantara terdapat pengetahuan tradisional, kreativitas, talenta, dan rantai nilai ekonomi yang produktif,” ujarnya.

Ia berharap wastra Nusantara semakin dikenal, digunakan, dan digaungkan lebih luas, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.

Dalam proses verifikasi, Official Adjudicator GWR Austin Johnson mengonfirmasi bahwa Kementerian Ekraf berhasil memenuhi persyaratan rekor dunia tersebut. Rekor baru itu mensyaratkan sedikitnya 250 peserta, sedangkan jumlah yang tercatat mencapai 306 orang.

“Syarat minimum untuk rekor ini adalah 250 orang, dan saya dapat memastikan bahwa Kementerian Ekraf telah mencapai 306 orang. Kementerian Ekraf telah meraih gelar Guinness World Records untuk kategori yang baru,” ujar Austin.

Proses penilaian berlangsung selama sekitar 90 menit setelah upacara peringatan kemerdekaan. Peserta berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian Ekraf, antara lain Sekretariat Kementerian/Sekretariat Utama, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, serta Deputi Bidang Kreativitas Media.

Penggunaan tenun wastra Nusantara dalam pencatatan rekor tersebut juga diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi ekosistem ekonomi kreatif. Rantai ekonominya melibatkan penenun, perajin, desainer, pegiat fesyen, hingga masyarakat sebagai pengguna.

Bagi Teuku Riefky, keberhasilan tersebut menjadi hadiah tersendiri dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Melalui rekor dunia itu, Kementerian Ekraf ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya tidak hanya menjadi identitas bangsa, tetapi juga memiliki potensi ekonomi. Wastra Nusantara dapat terus dikembangkan melalui inovasi desain, peningkatan kualitas, dan perluasan akses pasar.

Upaya tersebut sekaligus menempatkan kreativitas berbasis budaya sebagai salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Di tengah perkembangan industri fesyen global, tenun Nusantara diharapkan tetap memiliki ruang untuk berkembang tanpa kehilangan akar tradisi dan identitas daerahnya.

Menteri Ekraf didampingi Wakil Menteri Ekraf Irene Umar, Sekretaris Kementerian Ekraf/Sekretaris Utama Badan Ekraf Dessy Ruhati, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Agus Syarip Hidayat, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Direktur Kriya Neli Yana, serta jajaran staf khusus dan tenaga ahli menteri.

Hadir pula Indonesian Business Representative of GWR Jonathan Caleb Medellu, Founder and Chair of MCorp Hermawan Kartajaya, Corporate Secretary MCorp Estania Rimadini, dan Business Analyst MCorp Putri Yasmin Fathina.

Tags:

IreneUmarKemenekrafTeukuRyzki
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

17 Agustus Bawa Harapan Baru Bagi 19 WB Rutan Depok yang Bebas

Next

Erwin Gutawa dan Musisi Lintas Generasi Hidupkan Kembali Lagu Hari Merdeka

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Mawar de Jongh dan Ardit Erwandha Bikin Salting, Persahabatan Karina-Raka Berujung Cinta?
  • Erick Thohir Kepincut 8 Karya Fotografi Tjandra Moh Amin, Spirit de Indonesia Tampilkan 48 Foto Istimewa
  • Album Kesepuluh MALIQ Dirayakan Lewat Pameran, Musik Bertemu Seni dan Lifestyle

Archives

  • November 2026 (104)
  • October 2026 (435)
  • September 2026 (594)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network