Langgar Pantangan, Tiga Sahabat Dihantui Teror! Hungry Ghost Festival Siap Menguji Nyali
JAKARTA,Ballebale.com – Berawal dari petualangan penuh kelucuan, tiga sahabat justru terjebak dalam teror supranatural yang tak terduga. Perpaduan humor, persahabatan, dan horor menjadi sajian utama Hungry Ghost Festival film terbaru produksi MVP Pictures yang ditulis sekaligus disutradarai Imam Darto.
Kembali bekerja sama dengan MVP Pictures setelah film Gudang Merica,Imam Darto mencoba meramu komedi dan horor dalam satu petualangan yang menghadirkan kejutan. Alih-alih mengandalkan lelucon semata, film ini membangun kelucuan melalui karakter, perbedaan kepribadian, serta respons spontan para tokohnya ketika berhadapan dengan kejadian di luar nalar.
Cerita berpusat pada Raka (Endy Arfian), yang berpetualang bersama dua sahabatnya, Tintin (Aci Resti) dan Bobi (Fajar Nugra). Perjalanan mereka berubah menjadi pengalaman mencekam ketika ketiganya berada di tengah perayaan Hungry Ghost Festival dan tanpa sengaja melanggar sejumlah pantangan setempat.
Sejak saat itu, berbagai kejadian ganjil mulai menghantui perjalanan mereka. Situasi yang semula mengundang tawa perlahan berubah menjadi teror, memaksa ketiganya menghadapi sesuatu yang sulit dijelaskan secara logika.
Imam Darto Bangun Humor dari Karakter
Bagi Imam Darto, kekuatan komedi dalam Hungry Ghost Festival terletak pada interaksi tiga karakter dengan kepribadian berbeda. Perbedaan cara berpikir dan reaksi mereka terhadap situasi yang sama menjadi sumber kelucuan yang tumbuh secara alami.
“Buat gue, salah satu hal yang paling menarik dari film ini adalah bagaimana tiga karakter dengan kepribadian yang beda bisa menghasilkan situasi yang lucu ketika mereka menghadapi sesuatu yang sama sekali nggak mereka pahami. Kadang, yang bikin ketawa justru respons mereka terhadap situasi itu,” ujar Imam Darto.
Sebagai penulis sekaligus sutradara, ia berupaya menjaga agar humor tidak terasa seperti sisipan yang terpisah dari cerita. Kelucuan justru dibangun dari tingkah laku karakter dan situasi absurd yang mereka alami, sehingga tetap menyatu dengan perkembangan petualangan.
Pendekatan tersebut menjadi penting ketika film mulai memasuki wilayah horor. Di tengah ancaman supranatural, karakter-karakter ini tetap menunjukkan reaksi khas mereka, menciptakan peralihan suasana dari komedi menuju ketegangan.
“Walaupun ada unsur horornya, gue pengen penonton tetap merasa kalau mereka sedang mengikuti petualangan tiga sahabat yang punya banyak momen lucu. Situasinya bisa makin serius, tapi karakter-karakter ini tetap punya cara masing-masing buat merespons apa yang terjadi,” katanya.
Mengangkat Latar Tradisi Hungry Ghost Festival
Selain memadukan humor dan teror, film ini menggunakan perayaan Hungry Ghost Festival sebagai latar yang membentuk perjalanan ketiga tokoh. Tradisi dan pantangan yang melingkupinya menjadi bagian penting dari rangkaian kejadian yang mereka hadapi.
Untuk mengenal latar budaya tersebut, para pemain berkesempatan mengunjungi Klenteng Bu An Kiong di Bekasi dan Vihara Boen San Bio di Tangerang. Kunjungan ini menjadi bagian dari proses pengenalan terhadap tradisi yang diangkat dalam film.
Melalui latar tersebut, Hungry Ghost Festival tidak hanya menawarkan kejadian supranatural, tetapi juga petualangan tiga sahabat yang harus menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka sendiri.
Diproduksi oleh MVP Pictures, Hungry Ghost Festival dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026. Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @hungryghostfestival_film.(**)