Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Lifestyle/Anak Makin Bergantung pada AI, Wamen Nezar Patria Ingatkan Ancaman bagi Daya Kritis
Lifestyle

Anak Makin Bergantung pada AI, Wamen Nezar Patria Ingatkan Ancaman bagi Daya Kritis

By Darmo Gandul
October 17, 2026

JAKARTA,Ballebale.com-| Kemudahan kecerdasan artifisial (AI) dalam menjawab berbagai pertanyaan berpotensi membuat anak kehilangan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis jika penggunaannya tidak diimbangi pendampingan orang tua.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan, ketergantungan berlebihan terhadap AI menjadi salah satu risiko serius bagi perkembangan generasi muda di tengah pesatnya transformasi digital.

“Jangan sampai anak kita menjadi tergantung dengan artificial intelligence sehingga mereka kehilangan kepribadiannya sendiri, mereka kehilangan kemampuan berpikir kritis. Ini yang saya kira paling berisiko buat generasi kita ke depan,” ujar Nezar saat peluncuran Kelas Pengasuhan Digital di Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).

Menurut Nezar, sekitar 70 juta anak Indonesia akan tumbuh dalam ekosistem digital yang semakin kompleks. Kehadiran AI membuka peluang bagi anak untuk belajar dan berkreasi, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam pengasuhan.

Risikonya tidak hanya menyangkut ketergantungan terhadap teknologi. Anak juga berpotensi terpapar konten yang tidak sesuai usia, berinteraksi dengan orang asing, menghadapi ancaman terhadap data pribadi, hingga mengalami kecanduan digital.

Karena itu, Nezar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan keluarga untuk memastikan anak mampu menggunakan teknologi secara aman, sehat, dan bertanggung jawab.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) sebagai landasan memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

“Kita punya tanggung jawab yang cukup besar bagaimana menjamin ruang yang aman dan sehat buat anak-anak kita itu. Itu sebabnya pemerintah membuat PP TUNAS dalam rangka membangun ruang aman dan sehat bagi anak di dalam ekosistem digital. Melindungi anak kita adalah melindungi peradaban,” tegasnya.

Orang Tua Diajak Mendampingi, Bukan Sekadar Mengawasi

Upaya membangun ruang digital yang aman juga dilakukan melalui penguatan literasi pengasuhan digital. Dalam kegiatan tersebut, WhatsApp memperkenalkan fitur Parental Control untuk membantu orang tua mendampingi aktivitas digital anak remaja.

Fitur ini memungkinkan orang tua memperoleh informasi mengenai grup dan kanal yang terhubung dengan akun anak, mengatur sejumlah pilihan terkait konten yang dapat dilihat dan dibagikan, serta menerima notifikasi atas perubahan tertentu pada akun.

Wakil Presiden Business Operations and External Affairs WhatsApp, Victoria Grant, menjelaskan fitur tersebut dirancang untuk mendukung keselamatan anak tanpa mengharuskan orang tua membaca percakapan pribadinya.

Menurut Grant, pengaturan sebaiknya dilakukan bersama anak agar perlindungan digital berjalan seiring dengan keterbukaan dan kepercayaan dalam keluarga.

“Dengan begitu, tidak ada pengaturan yang tiba-tiba muncul dan mengejutkan anak Anda. Anda dapat membuka dan mengatur fitur-fitur tersebut bersama-sama,” ujarnya.

Melalui Kelas Pengasuhan Digital, orang tua juga diperkenalkan pada buku saku, video, dan permainan edukatif untuk mempelajari fitur tersebut bersama anak. Setelah digelar di Jakarta, program ini direncanakan berlanjut ke Padang dan Cirebon.

Program tersebut merupakan kolaborasi WhatsApp dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, ICT Watch, serta Keluarga Kita untuk memperluas pemahaman keluarga mengenai keamanan digital.

Nezar berharap penguatan literasi digital dapat membantu orang tua menanamkan kesadaran tentang perlindungan data pribadi, etika berkomunikasi, serta penggunaan AI secara bijak dan kreatif.

Teknologi, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan itu, semestinya menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan dan kreativitas anak, bukan menggantikan proses berpikir dan pembentukan karakter mereka.

Pendampingan keluarga pun menjadi kunci agar generasi muda mampu tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, tangguh, kreatif, inovatif, sekaligus aman saat menjelajahi dunia digital.(***)

Tags:

AIKecerdasanArtifisialNezarPatriaPengasuhanDigital
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Bahtera Spiritual di Ujung Jakarta: Masjid Apung An-Nur Ancol dan Niscaya Ruang Publik yang Inklusif

Next

9 Dewa Gitar Satukan Legenda Rock Indonesia, Panaskan Konser Guns N’ Roses di Jakarta

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Tiket Ludes 30 Detik, Film Harga Teman Curi Perhatian di Jakarta Film Week 2026
  • Operasi Patuh Jaya 2026, Polres Metro Bekasi Kota Ajak Masyarakat Wujudkan Lalu Lintas Tertib, Aman dan Berkeselamatan
  • Ketua Komisi III DPR Apresiasi Kapolri Suyudi Pimpin Langsung Pemberantasan Narkoba
  • Tak Sekadar Jaga Keamanan, Polri Ajak Pelajar Peduli Pendidikan dan Lingkungan
  • Polri Terjunkan 200 Personel Brimob dan 10 Personel Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Archives

  • October 2026 (354)
  • September 2026 (594)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network