Pemain Film ‘Jack Reacher’ dan ‘Mortal Kombat’ Acungi Jempol Pelayanan Imigrasi Jakut
Jakarta, Ballebale.com – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara menyediakan 100 kuota permohonan paspor melalui program Paspor Minggu Ceria (PASPORIA) di Wisma KEIAI, kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (11/10/2026), untuk mempermudah masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.
Pelayanan yang digelar bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat, khususnya pekerja yang kesulitan meninggalkan aktivitasnya untuk mengurus paspor pada hari biasa.
Kegiatan diawali dengan senam bersama yang mengajak masyarakat memanfaatkan akhir pekan untuk berolahraga sekaligus mengakses layanan publik. Melalui PASPORIA, pemohon dapat mengurus paspor dalam suasana yang lebih fleksibel tanpa harus mengalokasikan waktu pada hari kerja.
Salah satu pemohon, Sisil, mengatakan layanan tersebut membantunya mengatasi kendala waktu karena bekerja dari Senin hingga Jumat. Ia menilai pelayanan pada hari Minggu menjadi alternatif yang bermanfaat bagi pekerja yang tidak mudah meninggalkan kantor untuk mengurus dokumen perjalanan.
Selain kemudahan waktu, Sisil juga mengapresiasi keramahan petugas selama proses pelayanan.
Strategi Jemput Bola Sediakan Ratusan Kuota
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara Rendra Mauliansyah menempatkan peningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan akses masyarakat sebagai hal penting dalam penyelenggaraan layanan paspor.
“Melalui PASPORIA, kami berupaya meningkatkan kualitas pelayanan paspor agar semakin mudah diakses masyarakat. Layanan akhir pekan ini menjadi alternatif bagi pekerja dan masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja,” jelas Rendra kepada Jurnalis Mitra Imigrasi dan Pemasyarakatan (JMIP).
Ia juga dapat menegaskan bahwa strategi jemput bola perlu dilakukan melalui inovasi layanan, sosialisasi persyaratan dan prosedur, serta penyampaian informasi secara aktif kepada masyarakat.
“Upaya jemput bola tidak hanya dilakukan dengan menghadirkan pelayanan di luar kantor, tetapi juga melalui penyebaran informasi agar masyarakat mengetahui pilihan layanan yang tersedia. Kami ingin memastikan pelayanan Imigrasi Jakarta Utara semakin dekat, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan pemohon,” katanya.
Pendekatan tersebut relevan untuk memperluas jangkauan pelayanan, terutama bagi masyarakat yang menghadapi kendala jarak, waktu, maupun akses informasi. Dengan menghadirkan layanan di ruang publik, Imigrasi juga memiliki kesempatan untuk memperkenalkan prosedur pengurusan paspor secara lebih luas.
Aktor Hollywood Beri Jempol untuk Pengalaman Urus Paspor
Sejumlah figur publik yang disebut pernah menggunakan layanan Imigrasi Jakarta Utara turut memberikan apresiasi terhadap pengalaman mereka dalam mengurus paspor.
Aktris pemeran di film Jack Reacher, Agnez Mo mengapresiasi keramahan petugas, kecepatan pelayanan, dan kebersihan kantor saat memperpanjang paspor. Ferry Salim juga menilai proses penggantian paspor anaknya berjalan mudah dengan bantuan petugas yang ramah.
Sementara itu, pemeran Sub Zero di film Mortal Kombat, Joe Taslim menyampaikan apresiasi terhadap petugas yang dinilainya informatif. Pebulu tangkis Jonatan Christie juga menceritakan pengalamannya saat mengganti paspor yang telah penuh dan menilai proses pelayanan berlangsung cepat.
Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya keramahan petugas, kejelasan informasi, dan efisiensi waktu dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian.
Meski demikian, konsistensi kualitas pelayanan tetap menjadi aspek penting agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh pemohon.
Pelayanan yang Sesuai Kebutuhan Masyarakat
PASPORIA menjadi salah satu alternatif pelayanan bagi masyarakat yang ingin mengurus paspor pada akhir pekan. Kegiatan di kawasan CFD juga dimanfaatkan untuk memperluas informasi mengenai layanan keimigrasian kepada warga yang beraktivitas di ruang publik.
Ke depan, peningkatan kualitas pelayanan perlu disertai sosialisasi yang berkelanjutan, informasi persyaratan yang mudah dipahami, serta evaluasi terhadap kebutuhan pemohon.
Dengan pendekatan tersebut, pelayanan paspor diharapkan semakin mudah dijangkau dan mampu memberikan pengalaman yang profesional, tertib, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (ELN)