Untuk pertama kalinya, program unggulan SCTV ini menyapa warga Jawa Tengah, menandai pergeseran peta interaksi media dan masyarakat di luar Jabodetabek
BATANG, BalleBale.com — Gelombang budaya pop tidak lagi hanya berpusat dan dinikmati di metropolitan. Pada pertengahan Oktober 2026, Alun-Alun Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bertransformasi menjadi episentrum hiburan nasional. SCTV, melalui program signature “Karnaval SCTV”, membawa oase hiburan gratis yang tidak sekadar menawarkan tontonan, melainkan juga merajut ruang interaksi sosial bagi masyarakat daerah.
Mengambil tempat di Alun-Alun Batang pada 10-11 Oktober 2026, karnaval ini menandai langkah strategis stasiun televisi untuk mendekatkan diri dengan akar rumput. Selama dua hari, panggung ini tidak hanya menjadi etalase bintang televisi, tetapi juga katalisator bagi ekosistem hiburan yang inklusif. Melalui kombinasi siaran langsung (on-air) dan berbagai aktivitas off-air mulai dari senam massal, jalan sehat, fun mini soccer, hingga wahana Jelajah SCTV stasiun televisi ini merangkul semua generasi dalam satu ruang publik yang egaliter.
Dipandu oleh trio host kondang Ben Kasyafani, Fanny Ghassani, dan Anwar BAB, panggung Batang akan menyajikan dinamika budaya pop yang kaya. Sabtu (10/10) siang, euforia akan pecah lewat kolaborasi antara juara The Icon Indonesia, Felicia, dengan ratu dangdut Siti Badriah, serta alunan nostalgia dari Hello Band dan Hijau Daun. Rombongan pemain sinetron Putri Pewaris turut melengkapi lanskap hiburan yang disuguhkan.
Momentum berlanjut pada Minggu (11/10). Pagi hari diisi oleh interaksi hangat bersama pemain Biarkan Hati Bicara diiringi penampilan Drive, Dadali, dan Duo Anggrek. Memuncak pada siang hari, grup band Armada, Virgoun & Jordy Riz, serta deretan bintang Cinta Seluas Samudra akan menutup rangkaian karnaval dengan atraksi yang massif.
Banardi Rachmad, Deputy Director Programming SCTV, memandang kehadiran karnaval ini melampaui sekadar agenda roadshow tahunan. Baginya, ini adalah soal pemetaan ulang kedekatan media dengan audiens.
“Karnaval SCTV adalah manifestasi dari komitmen kami untuk mendemokratisasi ruang hiburan. Kami tidak hanya menyapa dari balik layar kaca, tetapi hadir secara fisik dan kultural di tengah denyut nadi masyarakat. Batang adalah pembuka babak baru; besarnya antusiasme di Alun-Alun ini akan menjadi kompas dan tolok ukur strategis bagi kami untuk memetakan keberhasilan interaksi media dengan publik di berbagai simpul daerah lainnya,” ujar Banardi.
Dengan akses yang sepenuhnya gratis, Karnaval SCTV di Batang menjadi bukti bahwa hiburan berkualitas bukanlah privilese warga kota besar. Ini adalah undangan terbuka bagi keluarga Indonesia untuk merayakan kebersamaan, sekaligus menegaskan bahwa industri hiburan tanah air kini berdetak lebih kencang, menjangkau, dan memberdayakan ruang-ruang publik di pelosok daerah.