SecondSet Bawa Warna Alternative Rock dari Manado lewat “Tanpa Dendam”
JAKARTA,Ballebale.com— Industri musik Indonesia kembali kedatangan wajah baru dari Timur Indonesia. Berasal dari Manado, Sulawesi Utara, SecondSet hadir sebagai band yang mengusung alternative rock dan emo dengan karakter musik emosional serta lirik yang berangkat dari pengalaman nyata kehidupan.
SecondSet diperkuat Dale (vokal), Andrew (gitar), Vean (gitar), Jeksen (bass), dan Nuel (drum). Berawal dari persahabatan dan kecintaan terhadap musik, kelima personel tersebut membangun SecondSet dengan harapan dapat menciptakan lagu yang menjadi teman bagi pendengar yang pernah merasakan kehilangan, perjuangan, maupun harapan.
Meski bermarkas di Manado, SecondSet tak ingin membatasi perjalanan bermusik mereka oleh jarak. Mereka berharap karya yang lahir dari ketulusan dapat menjangkau pendengar di berbagai daerah di Indonesia.
Secara musikal, SecondSet memadukan alternative rock dan emo dengan sejumlah pengaruh musik modern. Melodi yang kuat, aransemen emosional, serta lirik yang dekat dengan realitas kehidupan menjadi bagian dari identitas mereka.
Sebelum merilis karya perdana, para personel SecondSet telah aktif tampil di berbagai acara komunitas, festival musik, hingga panggung hiburan lokal di Sulawesi Utara. Pengalaman tersebut menjadi modal bagi mereka dalam membangun chemistry sekaligus memantapkan langkah menuju panggung musik nasional.
“Tanpa Dendam” Jadi Langkah Perdana
Bersama label Pro-M, SecondSet memperkenalkan single debut berjudul “Tanpa Dendam”. Lagu tersebut bercerita tentang seseorang yang melewati masa sulit dalam sebuah hubungan, menghadapi kerasnya kehidupan, lalu memilih bangkit tanpa menyimpan kebencian terhadap masa lalu.
“Tanpa Dendam” terinspirasi dari kisah nyata seorang teman lama Andrew Ngantung, yang juga menjadi pencipta lagu tersebut.
Cerita itu menggambarkan pasangan yang menghadapi tekanan ekonomi berat hingga harus mengambil keputusan sulit demi bertahan hidup. Berbagai konflik dan pergulatan emosional membuat hubungan mereka berada dalam situasi penuh luka.
Namun, di tengah berbagai persoalan tersebut, masih ada kasih sayang yang membuat keduanya memilih bertahan. Mereka berusaha menerima luka yang telah terjadi dan perlahan belajar berdamai dengan masa lalu.
Bagi Andrew, “Tanpa Dendam” bukan semata-mata lagu tentang luka, tetapi juga tentang ketulusan dalam mencintai dan keberanian menerima kenyataan hidup.
“Cinta yang tulus tidak menyisakan ruang untuk dendam atau amarah terhadap takdir, melainkan rasa ikhlas meskipun harus menghadapi badai bersama,” ujar Andrew.
Melalui lagu tersebut, SecondSet ingin menyampaikan pesan bahwa setiap orang memiliki luka yang berbeda. Namun, luka juga dapat menjadi ruang untuk bertumbuh.
Memaafkan, bagi SecondSet, bukan berarti melupakan apa yang telah terjadi. Memaafkan merupakan pilihan untuk tidak membiarkan masa lalu menentukan langkah di masa depan.
Dengan balutan alternative rock yang emosional, lirik yang lugas, dan vokal penuh penghayatan, “Tanpa Dendam” menjadi perkenalan terhadap karakter musikal SecondSet.
Single ini sekaligus menjadi langkah awal bagi SecondSet untuk memperluas perjalanan bermusik mereka. Dari Manado, mereka membawa harapan untuk dapat diterima penikmat musik Indonesia dan menghadirkan karya-karya yang autentik serta relevan.
Perjalanan SecondSet baru dimulai. Lewat “Tanpa Dendam”, mereka ingin membawa suara dan semangat dari Manado serta Sulawesi Utara menuju panggung musik nasional.