Skip to content
Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Balle Bale Balle Bale

MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • HOME
  • News
  • Jakarta News
  • Army and Police
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Sport
  • Redaksi
Close

Search

Home/Entertainment/Saat Candaan Menjadi Luka, Masa Lalu Datang Membalas dalam PAKET SANTET
Entertainment

Saat Candaan Menjadi Luka, Masa Lalu Datang Membalas dalam PAKET SANTET

By Darmo Gandul
August 19, 2026

JAKARTA,Ballebale.com— Ada luka yang sembuh karena waktu. Namun, ada pula luka yang justru tumbuh diam-diam karena tak pernah benar-benar diselesaikan. Dari celah itulah teror dalam PAKET SANTET, film horor terbaru produksi BASE Entertainment, menemukan jalannya.

Disutradarai Dinna Jasanti, film ini tidak sekadar mengajak penonton berhadapan dengan santet, misteri, gore, dan teror psikologis. Di balik paket-paket misterius yang menjadi sumber petaka, terselip pertanyaan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana jika seseorang yang pernah kita sakiti ternyata tidak pernah melupakan apa yang kita lakukan?

Cerita berpusat pada tujuh mahasiswa Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri).

Hari-hari mereka berubah setelah satu per satu menerima paket misterius. Alih-alih menjadi kiriman biasa, paket tersebut justru membuka pintu menuju teror yang semakin sulit dijelaskan dengan nalar.

Satu demi satu korban berjatuhan. Ketujuh mahasiswa itu kemudian menyadari bahwa mereka tidak sedang berhadapan dengan rangkaian kejadian acak. Ada sesuatu yang menghubungkan mereka dengan masa lalu dan seseorang yang menyimpan luka sekaligus dendam.

Ketika Candaan Tidak Lagi Menjadi Candaan

Di titik inilah PAKET SANTET bergerak lebih jauh dari formula horor tentang makhluk tak kasatmata. Film ini menjadikan pertemanan, candaan, perundungan, dan relasi antarmanusia sebagai sumber kegelisahan.

Sebab, sesuatu yang bagi seseorang terasa seperti gurauan, bisa saja meninggalkan bekas panjang bagi orang lain.

Kesalahan yang dianggap kecil dapat menjadi luka. Luka yang tidak pernah dibicarakan dapat berubah menjadi dendam. Dan ketika dendam menemukan jalannya, masa lalu yang dianggap telah selesai bisa kembali mengetuk pintu.

Produser BASE Entertainment, Shanty Harmayn, mengatakan gagasan film ini berangkat dari sesuatu yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“PAKET SANTET berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian. Dari tindakan sederhana seperti menerima sebuah paket kemudian membawa kita ke pertanyaan yang lebih jauh, bagaimana jika orang yang pernah kita sakiti ternyata tidak pernah melupakan apa yang terjadi?” ujar Shanty.

Karena itu, ketakutan yang ditawarkan film ini tidak berhenti pada kejutan atau adegan gore. Penonton juga diajak melihat kembali konsekuensi dari tindakan yang mungkin selama ini dianggap sepele.

Fatih Unru dan Luka yang Tak Terlihat

Bagi Fatih Unru, memerankan Deva membuatnya kembali memikirkan dinamika sederhana dalam sebuah pertemanan.

Menurut dia, ada banyak hal yang kerap dianggap telah berlalu candaan, sikap, hingga sebuah momen yang mungkin sudah dilupakan oleh pelakunya. Namun, belum tentu demikian bagi orang yang mengalaminya.

“PAKET SANTET membuat saya berpikir ulang tentang hal-hal kecil dalam pertemanan yang sering kita anggap sudah selesai. Candaan, sikap, atau momen yang mungkin bagi kita sudah dilupakan, ternyata bisa menjadi luka bagi orang lain,” kata Fatih.

Ia juga menyoroti perundungan yang tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan yang kasatmata. Justru, perkataan atau perlakuan kecil yang terus berulang dapat meninggalkan bekas yang panjang.

“Perundungan tidak selalu datang dalam bentuk besar dan terlihat. Kadang justru hal kecil yang kita anggap sepele bisa meninggalkan luka paling lama,” ujarnya.

Dengan naskah yang ditulis Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo, PAKET SANTET mempertemukan teror supranatural dengan persoalan yang sangat manusiawi.

Shanty Harmayn memproduseri film ini bersama Aoura Lovenson Chandra dan Tanya Yuson.

Pada akhirnya, paket dalam film ini bukan hanya benda yang membawa petaka. Ia menjadi semacam pengingat bahwa masa lalu tidak selalu pergi ketika kita berhenti membicarakannya.

Ada kesalahan yang mungkin kita anggap selesai. Ada luka yang mungkin kita kira telah dilupakan.

Padahal, bagi seseorang di seberang sana, semuanya mungkin masih berlangsung.

Tags:

BASEEntertainmentDinnaJasantiFilmHororIndonesiaPaketSantet
Author

Darmo Gandul

Follow Me
Other Articles
Previous

Kapolri Pastikan Penanganan Pengungsi Gempa NTT Berjalan Optimal

Next

Bongkar Sindikat Meterai Palsu, Polda Metro Jaya Cegah Potensi Kerugian Penerimaan Negara Rp1,034 Triliun

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About This Site

Balle bale  “MENGHATARKAN BERITA TERBAIK DAN TERPERCAYA”

Recent Posts

  • Diplomasi Budaya Indonesia–Palestina Menguat, BMDN dan IKB Jabodetabek Siapkan Budayantara Fest 2026
  • Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional, Warga Diimbau Rencanakan Perjalanan
  • SATGAS KEPOLISIAN OPERASI DAMAI CARTENZ UNGKAP KASUS PENEMBAKAN ASN KONSULTAN BPKAD DI YAHUKIMO
  • Polda Metro Jaya Matangkan Pengamanan dan Pelayanan Masyarakat Jelang 24 September
  • Polda Banten Ungkap Hasil Identifikasi Korban Kapal Arupadhatu 1

Archives

  • September 2026 (468)
  • August 2026 (269)
  • July 2026 (362)
  • June 2026 (53)

Find Us

Address
Jakarta Selatan
DKI Jakarta , Indonesia

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

Copyright 2026 — Balle Bale. All rights reserved. MTM Network