Kepercayaan Investor Menguat, Jakarta Catat Investasi Tertinggi di Indonesia
JAKARTA,Ballebale.com — Jakarta kembali mengukuhkan posisinya sebagai tujuan investasi terbesar di Indonesia. Sepanjang Semester I 2026, realisasi investasi di ibu kota mencapai Rp173,6 triliun atau setara 17,2 persen dari total investasi nasional. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp106,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp67,1 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Jakarta sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan tingginya realisasi investasi mencerminkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jakarta yang terus terjaga.
Menurut Heru, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan usaha yang kondusif, didukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menempatkan kemudahan investasi dan pelayanan publik sebagai prioritas pembangunan.
Untuk mempertahankan momentum tersebut, DPMPTSP terus memperkuat berbagai strategi, mulai dari optimalisasi Mal Pelayanan Publik, percepatan digitalisasi layanan perizinan dan nonperizinan, pelayanan jemput bola kepada pelaku usaha, hingga pendampingan investasi secara terintegrasi.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan promosi investasi berbasis data melalui penyusunan peta potensi investasi dan proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO). Langkah ini diharapkan memberi kepastian lebih besar bagi investor karena proyek yang ditawarkan telah siap dari sisi teknis, finansial, maupun pasar.
Di tingkat wilayah, Jakarta Selatan masih menjadi magnet utama investasi dengan realisasi mencapai Rp62,7 triliun. Posisi berikutnya ditempati Jakarta Pusat sebesar Rp49,9 triliun, Jakarta Utara Rp23,1 triliun, Jakarta Barat Rp20,6 triliun, Jakarta Timur Rp17,1 triliun, serta Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sebesar Rp289 miliar.
Dominasi Jakarta Selatan ditopang infrastruktur yang terintegrasi, pasar yang besar, sumber daya manusia yang kompetitif, serta ekosistem bisnis yang terus berkembang.
Dari sisi sektor usaha, investasi masih terkonsentrasi pada bidang-bidang strategis yang mendukung transformasi Jakarta menuju kota global. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp54,3 triliun atau sekitar 31 persen dari total investasi.
Selanjutnya, sektor jasa lainnya menyumbang Rp43,6 triliun atau 25 persen, disusul perdagangan dan reparasi sebesar Rp28,4 triliun atau 16 persen. Sementara itu, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran membukukan investasi Rp14 triliun, diikuti sektor konstruksi sebesar Rp12,9 triliun.
Heru menegaskan, investasi bukan sekadar menghadirkan modal, melainkan juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan perluasan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar tren investasi tetap terjaga.
Dampak nyata investasi juga terlihat pada penyerapan tenaga kerja. Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC), Ezrin Kartika, mengungkapkan realisasi investasi selama Semester I 2026 berhasil menyerap lebih dari 289 ribu tenaga kerja, terdiri atas lebih dari 220 ribu pekerja dari PMDN dan sekitar 78 ribu pekerja dari PMA.
Menurut Ezrin, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang terealisasi, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dihasilkan. Investasi membuka peluang kerja di berbagai sektor, meningkatkan aktivitas usaha, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat ekosistem investasi melalui penyederhanaan perizinan, digitalisasi layanan, penyediaan data investasi yang lebih komprehensif, serta pendampingan investor melalui Jakarta Investment Centre. Upaya tersebut diharapkan semakin memperkokoh daya saing Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berkelanjutan, dan ramah investasi.