KNPI Tegaskan Peran Pemuda: Dari Penonton Menjadi Pencipta Perubahan
JAKARTA, Ballebale.com – Memasuki usia ke-53, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tidak hanya merayakan eksistensinya sebagai organisasi kepemudaan terbesar di Tanah Air, tetapi juga melakukan refleksi mendalam tentang relevansi perannya di era modern.
Melalui kegiatan Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan yang digelar di Gedung Pemuda, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026) malam, KNPI menegaskan komitmennya untuk mengubah paradigma pemuda dari sekadar pengikut arus menjadi agen perubahan yang strategis.
Ketua Umum DPP KNPI, Saad Budiman Lubis, dalam pidato kebangsaannya menekankan bahwa peringatan HUT kali ini bukan sekadar seremonial belaka. Ia menilai, bangsa ini membutuhkan pemuda yang memiliki keberanian moral dan intelektual untuk menciptakan peluang, bukan menunggu kesempatan.
“Bangsa ini tidak dibangun oleh mereka yang menunggu kesempatan, tetapi oleh mereka yang berani menciptakan kesempatan. Pemuda Indonesia harus menjadi cahaya perubahan, bukan sekadar mengikuti arus zaman, melainkan menjadi penentu arah perjalanan bangsa,” ujar Saad dengan tegas.
Saad menambahkan, integritas dan persatuan adalah modal utama bagi pemuda untuk menghadapi tantangan global. Ia mendesak agar KNPI benar-benar berfungsi sebagai “rumah bersama” yang melahirkan pemimpin berintegritas dan inovator, bukan wadah bagi kepentingan pragmatis sesaat.
“Mari kita wariskan optimisme, bukan pesimisme; karya, bukan sekadar wacana; dan pengabdian, bukan kepentingan pribadi,” tegasnya.
Senada dengan Saad, Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Roy Stevy Wendy, menyoroti pentingnya partisipasi aktif pemuda dalam kebijakan strategis nasional. Ia mengkritik sikap pasif sebagian generasi muda yang cenderung menjadi penonton atas dinamika politik dan ekonomi bangsa.
“Pemuda harus menjadi pelaku perubahan. Jangan hanya menjadi penonton terhadap berbagai kebijakan strategis bangsa. Saatnya generasi muda hadir dengan solusi, karya, dan kontribusi nyata agar kekayaan serta potensi Indonesia benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” ungkap Roy.
Roy menekankan bahwa penguasaan teknologi, semangat kewirausahaan, dan nasionalisme yang kuat adalah kunci agar pemuda dapat bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas kebangsaan.
Dalam sesi dialog yang berlangsung dinamis, para tokoh kepemudaan membahas berbagai isu mulai dari ekonomi digital hingga geopolitik. Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPP KNPI, Prof. Dr. Ilyas Indra, menutup rangkaian acara dengan pesan tentang kekuatan kolektif.
Bagi Ilyas, usia 53 tahun KNPI adalah bukti ketahanan organisasi dalam menyatukan pemuda lintas daerah, profesi, dan latar belakang.
“Semangat 53 tahun KNPI adalah semangat dedikasi dan pengabdian. Hari ini kita membuktikan bahwa kekuatan kolektif adalah jawaban mengapa kita semua menjadi bagian dari KNPI. Dengan persatuan, kita akan terus melahirkan gagasan, karya, dan kepemimpinan yang membawa manfaat bagi Indonesia,” tuturnya.
Peringatan HUT ke-53 KNPI ini menjadi penegasan bahwa organisasi ini bertekad terus menjadi inkubator bagi generasi muda yang berkarakter dan siap mengawal terwujudnya Indonesia Emas melalui inovasi dan pengabdian tulus kepada bangsa.