Kota Tua Jakarta, Bandung, dan Semarang Bersiap Punya Museum Film, Musik, dan Fotografi
JAKARTA,BalleBale.com-|Kementerian Kebudayaan bergerak menyiapkan babak baru pelestarian sejarah dan budaya Indonesia. Melalui revitalisasi aset milik BUMN, pemerintah berencana menghadirkan tiga museum tematik yang selama ini belum dimiliki Indonesia, yakni Museum Film di Jakarta, Museum Musik di Bandung, dan Museum Fotografi di Semarang.
Langkah tersebut dibahas dalam diskusi kelompok terpumpun yang dipimpin Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama PT Jasa Raharja (Persero), PT Asuransi Jiwasraya, serta Danantara di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Fadli Zon menegaskan, pembangunan tiga museum tematik menjadi langkah strategis untuk memperkaya ekosistem permuseuman nasional. Dari sekitar 516 museum yang tersebar di Indonesia, belum ada museum yang secara khusus mengangkat sejarah perfilman, musik, maupun fotografi Indonesia.
“Karena itu kami ingin menghadirkan museum-museum tematik yang bukan sekadar menyimpan koleksi, tetapi menjadi ruang budaya sekaligus ruang edukasi yang hidup dan relevan bagi masyarakat,” ujarnya.
Museum Film akan menempati bekas Gedung Asuransi Jasa Raharja di kawasan Kota Tua Jakarta. Museum ini dirancang menampilkan perjalanan panjang perfilman Indonesia, mulai dari kamera dan perangkat produksi klasik, arsip film, hingga perkembangan teknologi sinema modern. Konsepnya mengacu pada sejumlah museum film ternama dunia seperti Eye Filmmuseum di Amsterdam dan museum film di Mumbai.
Sementara itu, Museum Musik akan memanfaatkan gedung eks Jiwasraya di Jalan Asia Afrika, Bandung. Museum ini akan mengangkat sejarah musik Indonesia sekaligus menampilkan kiprah Bandung sebagai salah satu kota yang melahirkan banyak musisi lintas generasi dan genre. Selain koleksi permanen, museum juga akan memiliki ruang pamer temporer, area interaktif untuk mencoba alat musik, hingga ruang pertunjukan.
Di Semarang, Museum Fotografi akan dibangun di kawasan Kota Lama. Museum tersebut akan mengisahkan perjalanan fotografi Indonesia sejak hadirnya studio foto pertama di Batavia hingga era digital, sekaligus menghadirkan pameran yang berkaitan dengan sejarah Semarang dan Jawa Tengah.
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo turut memaparkan konsep pengembangan ketiga museum tersebut. Menurutnya, museum masa depan harus menjadi ruang budaya yang edukatif, interaktif, sekaligus mampu menarik minat generasi muda.
Dukungan juga datang dari Danantara. Senior Director Strategy and Transformation Danantara, Rezki M. Djohan, menilai revitalisasi aset negara menjadi museum akan meningkatkan nilai ekonomi aset sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya. Danantara menyatakan siap mendukung proses alih fungsi bangunan melalui kolaborasi bersama Kementerian Kebudayaan.
Musisi Dwiki Darmawan yang hadir dalam diskusi juga menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran tiga museum tematik menjadi bentuk komitmen negara dalam membangun memori kolektif bangsa sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup bagi generasi mendatang.
Menutup pertemuan, Fadli Zon menegaskan seluruh proyek dilakukan tanpa membangun gedung baru. Pemerintah akan memanfaatkan bangunan bersejarah yang telah ada sehingga nilai historisnya tetap terjaga.
“Kita bukan hanya ingin merawat masa lalu, tetapi juga melangkah menuju masa depan. Museum harus menjadi jembatan sekaligus sumber inspirasi baru bagi generasi mendatang,” tegasnya.|Foto : Agung Panji dan Zulkarnain