DJKI dan Dewan Pers Siapkan Forum ASEAN, Perlindungan Karya Jurnalistik Jadi Sorotan
Jakarta,BalleBale.com– Perlindungan karya jurnalistik di era kecerdasan artifisial (AI) menjadi perhatian serius Indonesia. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum bersama Dewan Pers mulai mematangkan penyelenggaraan ASEAN Journalists Forum yang akan digelar sebagai bagian dari Bali Global Forum on Intellectual Property 2026.
Dalam audiensi di kantor DJKI, Jakarta, Rabu (15/7/2026), kedua lembaga membahas upaya mendorong negara-negara ASEAN membangun kesepahaman mengenai pentingnya perlindungan hak cipta atas karya jurnalistik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar mengatakan, forum tersebut diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat komitmen kawasan terhadap perlindungan karya jurnalistik.
Menurut Hermansyah, Indonesia ingin menunjukkan berbagai langkah yang telah dilakukan dalam memperkuat rezim hak cipta sekaligus mengajak negara-negara ASEAN membangun dukungan bersama terhadap isu tersebut.
Selain menyiapkan konsep forum, pertemuan juga menyoroti persoalan pemanfaatan karya jurnalistik sebagai bahan pelatihan sistem AI tanpa mekanisme perizinan maupun kompensasi. Fenomena itu dinilai menjadi tantangan baru yang membutuhkan perhatian bersama agar hak para pencipta karya jurnalistik tetap terlindungi.
Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto menilai ASEAN Journalists Forum dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperlihatkan komitmen dalam menjaga hak cipta karya jurnalistik. Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan deklarasi bersama yang memperkuat perlindungan terhadap karya pers di kawasan ASEAN.
Audiensi juga membahas tema forum, keterlibatan organisasi pers dari berbagai negara ASEAN, hingga dukungan teknis agar penyelenggaraan forum berjalan efektif sebagai bagian dari rangkaian Bali Global Forum on Intellectual Property 2026.
Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Agung Damarsasongko serta Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi.(**)