UBSI – PKBM Sapta Kreatif Perkuat Literasi Digital Lewat Pelatihan Strategi Medsos
Jakarta, Ballebale.com – Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan brand awareness PKBM Sapta Kreatif Jakarta Utara sebagai bagian dari penguatan literasi digital di sektor pendidikan nonformal.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (27/6) tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kerja sama antara UBSI dan PKBM Sapta Kreatif dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia menghadapi perkembangan teknologi informasi.
Ketua PKBM Sapta Kreatif, Hendy Wijaya, mengatakan pelatihan tersebut menjadi kebutuhan penting agar lembaga pendidikan nonformal mampu beradaptasi dengan perubahan pola komunikasi masyarakat yang kini semakin bergeser ke platform digital.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Sebagai lembaga pendidikan nonformal, PKBM Sapta Kreatif perlu memanfaatkan media sosial secara optimal agar semakin dikenal masyarakat dan mampu memperluas jangkauan layanan pendidikan,” ujar Hendy dalam siaran pers, Senin (13/7).
Ketua kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UBSI, Pramelani, mengatakan antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap peningkatan kompetensi digital, khususnya dalam membangun citra lembaga melalui media sosial.
Menurut dia, pelatihan dirancang secara interaktif melalui sesi diskusi, praktik pembuatan konten digital, optimalisasi lokasi usaha melalui Google, hingga berbagai simulasi yang dapat langsung diterapkan peserta.
“Kami melihat peserta sangat aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital,” kata Pramelani.
Tutor pelatihan, Wulan Muhariani, menjelaskan materi difokuskan pada strategi membangun identitas digital organisasi, pengelolaan media sosial secara profesional, serta pemahaman mengenai etika komunikasi digital.
“Media sosial kini menjadi salah satu sarana utama dalam membangun kepercayaan publik. Karena itu, peserta dibekali strategi pengelolaan konten yang efektif, mulai dari penyusunan materi publikasi hingga pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan jangkauan informasi,” ujar Wulan.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung membuat konten media sosial, sesi tanya jawab, hiburan, dan evaluasi melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh peserta.
Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas peserta memberikan tanggapan positif terhadap pelatihan tersebut serta mengharapkan kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan materi yang lebih beragam mengenai transformasi digital.
UBSI menilai penguatan literasi digital bagi lembaga pendidikan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperluas akses informasi kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi komunikasi secara optimal. (ELN)