Pasporia Jakut Mudahkan Warga Urus Paspor, Layanan untuk WNA Dipermudah
Jakarta, Ballebale.com – Minggu pagi di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, kini menghadirkan suasana yang berbeda.
Di sela ribuan warga yang berolahraga, puluhan orang tampak mengantre di Wisma Keiai untuk memanfaatkan Pasporia, layanan pembuatan paspor yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara setiap akhir pekan.
Program yang telah berjalan selama dua bulan itu mendapat respons yang sangat positif. Kuota pelayanan yang semula hanya tersedia untuk 30 pemohon kini ditingkatkan menjadi 50 pemohon, dan seluruh kuota tersebut selalu habis dipesan melalui aplikasi M-Paspor.
Pasporia lahir dari arahan Direktur Jenderal Imigrasi untuk memanfaatkan momentum Car Free Day sebagai ruang pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki waktu mengurus paspor pada hari kerja.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DKI Jakarta, Pamuji Raharja, mengatakan inovasi pelayanan seperti Pasporia merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.
“Kami ingin pelayanan keimigrasian hadir mengikuti ritme kehidupan masyarakat. Banyak warga yang tidak bisa datang ke kantor imigrasi pada hari kerja karena kesibukan pekerjaan,” ujar Pamuji saat menyaksikan langsung ke lokasi CFD, Minggu (12/7).
“Pasporia menjadi solusi agar mereka tetap memperoleh pelayanan yang mudah, nyaman, dan berkualitas,” tambahnya.
Menurutnya, tingginya animo masyarakat menjadi indikator bahwa pelayanan publik perlu terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan mudah diakses.
“Selama masyarakat masih membutuhkan, kami akan terus melakukan evaluasi dan memperpanjang layanan ini. Tujuan kami sederhana, yaitu menghadirkan pelayanan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Layanan Pasporia kembali digelar pada Minggu, 12 Juli 2026, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Masyarakat yang ingin mengurus paspor diwajibkan mendaftar melalui aplikasi M-Paspor dengan memilih lokasi layanan “Layanan Pasporia Wisma Keiai – Kanim Jakut.”
Meski berlangsung pada hari libur, proses penyelesaian paspor tetap mengikuti prosedur reguler dengan estimasi waktu empat hari kerja. Tidak tersedia layanan percepatan dalam program tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara, Rendra Mauliansyah, menjelaskan mayoritas pemohon merupakan pekerja swasta yang membutuhkan paspor untuk kepentingan perjalanan dinas, proyek, maupun aktivitas bisnis di luar negeri.
“Mayoritas pemohon datang karena kebutuhan pekerjaan, bukan sekadar untuk berlibur. Itulah mengapa layanan pada hari Minggu menjadi pilihan yang sangat membantu. Antusiasme masyarakat juga terus meningkat dan kuota yang kami buka selalu terpenuhi,” kata Rendra Mauliansyah.
Menurut Rendra, Kantor Imigrasi Jakarta Utara telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pengelola Wisma Keiai sehingga program tersebut dapat terus berlangsung selama dibutuhkan masyarakat.
Yang membuat Pasporia berbeda adalah konsep pelayanannya. Setelah berolahraga di kawasan CFD, masyarakat dapat langsung mengurus paspor sambil menikmati suasana yang lebih santai.
Panitia menyediakan makanan ringan dan minuman, senam pagi bersama instruktur aerobik, serta hiburan musik yang dapat dinikmati para pemohon.
Petugas juga menyediakan kemeja berkerah bagi pemohon yang belum mengenakan pakaian sesuai ketentuan untuk proses pengambilan foto paspor.
Menariknya, Pasporia tidak hanya menarik perhatian warga Jakarta. Sejumlah masyarakat dari luar daerah hingga warga negara asing yang berada di kawasan CFD turut menyaksikan layanan tersebut.
Petugas memberikan informasi secara ramah kepada setiap pengunjung yang ingin mengetahui konsep pelayanan tersebut.
Bagi Rendra, pelayanan publik tidak lagi hanya berbicara tentang kecepatan proses administrasi, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mendapatkan pengalaman pelayanan yang nyaman, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dengan menggabungkan layanan keimigrasian dan aktivitas akhir pekan di kawasan Car Free Day, Direktorat Jenderal Imigrasi berharap Pasporia dapat menjadi model pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat transformasi pelayanan yang modern, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan pengguna layanan. (ELN)