PNM Raih Penghargaan Pemberdayaan Perempuan, Layani Lebih dari 23 Juta Nasabah Mekaar
Jakarta, Ballebale – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali memperoleh pengakuan atas upayanya dalam memberdayakan perempuan prasejahtera melalui pembiayaan ultra mikro.
Perusahaan pelat merah tersebut menerima penghargaan Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment berkat dinilai berhasil mendorong kemandirian ekonomi perempuan di berbagai daerah.
Penghargaan itu diberikan tidak hanya berdasarkan besarnya penyaluran pembiayaan, tetapi juga karena model pemberdayaan yang dijalankan PNM melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
Hingga pertengahan 2026, PNM telah melayani lebih dari 23 juta nasabah aktif, yang seluruhnya merupakan perempuan prasejahtera. Capaian tersebut menjadikan PNM sebagai salah satu lembaga pembiayaan ultra mikro berbasis kelompok terbesar di dunia.
Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki mengatakan, keberhasilan program Mekaar tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari peningkatan kapasitas para nasabah.
“Kami percaya pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian modal usaha. Karena itu, setiap nasabah juga memperoleh pendampingan secara rutin agar mampu mengembangkan usaha, meningkatkan literasi keuangan, dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarganya,” ujar Sunar dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
Menurut Sunar, pendampingan dilakukan melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) yang menjadi sarana edukasi, konsultasi usaha, hingga penguatan jejaring antarnasabah.
Selain pembiayaan tanpa agunan, PNM juga memberikan pelatihan pengembangan usaha, edukasi literasi keuangan, pendampingan digital melalui aplikasi PNM Digi, serta membantu pengurusan legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
Model pendampingan tersebut dinilai menjadi nilai tambah karena membantu pelaku usaha ultra mikro meningkatkan daya saing sekaligus memperluas peluang usaha.
Mayoritas nasabah Mekaar merupakan ibu rumah tangga yang menjalankan usaha skala mikro, seperti berdagang, usaha kuliner, kerajinan, hingga jasa rumahan. Seiring berkembangnya usaha, para nasabah tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi baru di lingkungan tempat tinggalnya.
Menurut PNM, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat program pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kerakyatan.
Sunar menegaskan, perusahaan akan terus mengembangkan pendekatan yang mengombinasikan akses modal, pendampingan, dan peningkatan kapasitas agar semakin banyak perempuan memiliki kesempatan membangun usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
“Penguatan ekonomi perempuan akan memberikan dampak langsung terhadap ketahanan keluarga dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas,” kata Sunar. (LOL)